Abstract :
Penyakit Hepatitis B tergolong penyakit yang menjadi masalah kesehatan serius di
Indonesia. Penularan hepatitis B melalui kontak dengan darah. Tenaga kesehatan berisiko
tinggi terinfeksi penyakit yang dapat mengancam keselamatannya saat bekerja, salah satunya
adalah mengenai infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran hasil
pemeriksaan HBsAg pada perawat di klinik rawat inap. Desain penelitian ini adalah
deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh perawat Klinik Rawat Inap Sahabat Husada
Sejahtera Ngawi sebanyak 24 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu
pemeriksaan HBsAg di laboratorium klinik rawat inap sahabat husada sejahtera Ngawi dan
menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah pemeriksaan HBsAg, kemudian
data diolah melalui tahapan editing, coding, tabulating dan disajikan dalam bentuk tabel
kemudian dianalisa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 24 responden
didapatkan hampir seluruhnya negatif terhadap pemeriksaan HBsAg yaitu 23 responden yang
tidak terpapar virus hepatitis B dan hanya 1 responden yang positif dari hasil pemeriksaan
HBsAg. Faktor resiko penularan melalui tusuk jarum, penggunaan alat bekas/ tidak steril,
cabut gigi, ada keluarga yang pernah menderita hepatitis B. Faktor resiko penularan terbanyak
pada tenaga kesehatan di klinik rawat inap tersebut adalah melalui tusuk jarum. Kesimpulan
dari penelitian ini adalah hampir seluruh responden HBsAg negatif.
Kata kunci : Perawat, Hepatitis B, HBsAg