Abstract :
Kulit salak pondoh (Salacca edulis) memiliki khasiat dalam penyembuhan
diabetes karena terdapat kandungan antioksidan seperti flavonoid dan
tannin. Selain kulit salak, tanaman di Indonesia yang mengandung
antioksidan yaitu pandan wangi dan kayu manis. Hal ini menjadikan
peluang kulit salak, pandan wangi, dan kayu manis dapat dikembangkan
menjadi teh herbal kulit salak untuk pengobatan diabetes. Desain yang
digunakan adalah deskriptif. Populasi dan sampel yaitu masyarakat desa di
desa Kedung Rejo Rt : 10 Rw: 1 kecamatan megaluh kabupaten Jombang
yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan
dengan cara pengekstrakan kulit buah salak pondoh hitam untuk diproses
mendapatkan ekstraknya yang kemudian dibagi menjadi rasa original, rasa
pandan, dan rasa kayu manis. Kemudian dilakukan uji Organoleptik, uji
tersebut mempunyai tahap-tahap proses sehingga diketahui tingkat
kesukaan masyarakat terhadap Teh Herbal Kulit Buah Salak Pondoh Hitam
ini sebagai alternatif minuman bagi penderita diabetes. Pengolahan data
dengan menggunakan coding dan tabulating. Hasil menunjukkan teh
herbal dengan rasa original 5 dari 25 responden menyukai, sedangkan
untuk rasa pandan dari 25 responden 15 orang yang menyukai, kemudian
utuk rasa kayu manis hanya 7 orang yang menyatakan suka. Dapat
disimpulkan bahwa kulit buah salak pondoh hitam (Salacca edulis reinw)
dapat dimanfaatkan sebagai alternatif minuman penderita diabetes.
Sedangkan tingkat kesukaan masyarakat yang tertinggi pada minuman Teh
herbal Kulit Buah Salak Pondoh hitam (Salacca edulis reinw) yaitu pada
teh rasa pandan
Kata kunci : Teh kulit salak( salacca edulis reinw ), Pandan wangi, kayu
manis.