Institusion
STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Author
Putri, Nanda Femberyani Kasa
Subject
RT Nursing
Datestamp
2021-05-03 05:29:51
Abstract :
Penggunaan alkohol (minum toak) merupakan salah satu faktor risiko yang paling penting
terhadap jumlah pasangan seks, dan pendidik kesehatan harus menekankan kaitan antara
penggunaan alkohol, jumlah pasangan. Terutama bagi seorang alkoholik, karena kandun gan
metanol yang ada didalam minuman keras atau toak dapat menyebabkan perilaku agresif,
beringas, berani, dan kadang-kadang sudah tidak dapat mengendalikan diri, sehingga
cenderung melakukan hal-hal yang negatif seperti seks bebas. Tujuan : penelitian ini adalah
Untuk Mengetahui budaya minuman toak pada remaja terhadap perilaku seksual di Desa
Kedungharjo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Metode penelitian : penelitian ini
adalah Analitik korelasional model cross sectional. Populasinya Semua Remaja laki-laki usia
17-20 tahun (minum alcohol/toak) di Desa Kedungharjo Kecamatan Widang Kabupaten
Tuban yang berjumlah 70 orang. Tehnik sampling menggunakan simple random sampling
dengan sampelnya sejumlah 35 orang.Instrumen penelitian menggunakan lembar
kuesionerdengan pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik
menggunakan rank spearman. Hasil penelitian :sebagian besar budaya minum toak pada
remaja adalah negatif (tidak minum toak) sejumlah 21 orang (60%).sebagian besar perilaku
seksual responden negatif (tidak melakukan seks) yaitu sejumlah 23 orang (65,7%). Uji rank
spearman menunjukkan bahwa nilai signifikansi = 0,000 < (0,05), sehingga H0 ditolak.
Kesimpulan : penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan budaya minuman toak
pada remaja terhadap perilaku seksual di Desa Kedungharjo Kecamatan Widang Kabupaten
Tuban. Diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai acuan dalam memberikan
penyuluhan pada remaja untuk melakukan pengawasan tentang bahaya minuma toa