Abstract :
Anak sekolah menengah pertama mempunyai resiko terkena infeksi faring, karena
disebabkan kurangnya mendapatkan informasi yang menyebabkan anak tidak memiliki
persepsi yang lebih luas sehingga tidak dapat melakukan perilaku yang positif dalam
melakukan pencegahan infeksi faring. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan
persepsi anak dengan perilaku pencegahan faringitis pada anak usia 13-15 tahun di SMPN 02
Jombang. Desain penelitian analitik corelational dengan pendekatan cross sectional.
Populasinya semua anak sekolah menengah pertama usia 13-15 tahun di SMPN 2 Jombang
sebanyak 638 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 93 siswa yang diambil menggunakan
teknik sampling propotionate stratified random sampling. Variabel independen dalam
penelitian ini adalah persepsi dan variabel dependen adalah perilaku pencegahan faringitis
pada anak usia 13-15 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan
dilanjutkan dengan uji statistik rank spearman.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 93 responden memiliki persepsi yang positif
sebanyak 55 anak (59,1%). Dari 55 anak tersebut yang berperilaku positif dalam pencegahan
faringitis sebanyak 40 anak (62,5%) dan 15 anak (51,7%) berperilaku negatif. Nilai p = 0,02
yang berarti H
1 diterima, H
0 = ditolak.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan persepsi anak dengan perilaku
pencegahan faringitis pada anak usia 13-15 tahun.