Abstract :
Reumatoid Arthritis merupakan penyakit yang sering menyerang pada usia 35 tahun ke
atas, di sebabkan karena berkurangnya kelenturan bantalan tulang rawan dan berkurangnya
produksi cairan synovial, hal tersebut dapat menyebabkan nyeri pada persendian , untuk
mengurangi nyeri dapat di lakukan terapi bekam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis ada atau tidaknya perubahan nyeri sendi dengan metode terapi bekam.
Desain penelitian yang di gunakan adalah pre-eksperimen dengan metode one group
pretest-postest design, populasinya seluruh lansia dengan rheumatoid arthritis yaitu 24
responden, besar sampel 24 responden, metode yang di gunakan dalam pengambilan sampel
yaitu total sampling, variabel dalam penelitian ini ada variabel independen yaitu terapi
bekam, dan variabel dependen lansia dengan rheumatoid arthritis. Instrument dalam
penelitian ini menggunakan lembar observasi, selanjutnya di lakukan pengumpulan data
kemudian pengolahan data yang terdiri dari, editing, coding, scoring dan tabulating, ana lisa
data yang di gunakan adalah uji paired T-test.
Sebelum pemberian terapi ada 12 lansia dengan nyeri sedang, setelah pemberian terapi,
nyeri sedang pada lansia bertambah menjadi 16 di karenakan nyeri berat yang di alami
responden turun menjadi nyeri sedang. Dari hasil SPSS dengan uji t test di dapatkan nilai P =
0,000 yang lebih kecil dari alpha (0,05), maka H
0 di tolak H
1
di terima. Artinya ada pengaruh
pemberian terapi bekam terhadap perubahan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid
arthritis.
Maka dapat di simpulkan adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah dari
terapi bekam, dari hasil penelitian ini peneliti berpendapat bahwa bekam efektif dapat
meringankan nyeri akibat rheumatoid arthritis