Abstract :
Wanita mengalami menopause sekitar usia 45-55 tahun. Wanita mengeluh dengan
datangnya menopause akan menjadi cemas. Kecemasan yang dialami saat menopause berbeda-beda, ada yang ringan, sedang, dan ada juga yang berat, sehingga membutuhkkan upaya
penanganan untuk mengatasi kecemasan yang dialami Berdasarkan studi pendahuluan di Desa
Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun tanggal 11 April 2015 secara
wawancara pada 8 wanita pra menopause didapatkan 6 (75%) merasa khawatir dan takut akan
datangnya menopause dan 2 (25%) tidak merasa khawatir dan takut akan datangnya
menopause.tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi dengan kecemasan pramenopause
dalam menghadapi menopause di Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten
Madiun.
Desain penelitian analitik cross sectional, populasi semua wanita pramenopause usia 40
? 45 tahun di Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun sejumlah 154
responden, sampling menggunakan Cluster Random Sampling, sampelnya sebagian wanita
pramenopause sejumlah 111 responden. Variabel Independen Persepsi tentang menopause dan
Variabel depeneden Kecemasan dalam menghadapi menopause.Instrumenya menggunakan
kuesioner dan uji statistik mann whitney.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpersepsi positif sejumlah
62 responden (55,9%) ,negatif sejumlah 49 responden (44,1%), hampir dari setengahnya
responden mengalami kecemasan ringan sejumlah 52 responden (46,8%),31 responden (27,9%)
kecemasan sedang, 12 responden (10,8%) berat dan 16 responden (14,4%) tidak cemas. Hasil
analisa menggunakan uji Mann whitney didapatkan ? value = 0,036 < 0,05 , H1 = diterima.
Kesimpulan dari penelitian bahwa ada hubungan persepsi dengan kecemasan pada
pramenopause dalam menghadapi menopause di Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng
Kabupaten Madiun. Responden mempunyai persepsi positif dan mengalami kecemasan ringan,
karena sebagian besar telah memperoleh informasi tentang menopause dan sudah mengerti
bahwa semua wanita pasti akan mengalami menopause.