Abstract :
Banyak orang tua yang khawatir jika anaknya belum lancar bicara padahal dilihat dari
segi usia sudah lewat dibandingkan dengan anak-anak tetangga, temen-temennya,
saudara-saudaranya. Kenyataan tersebut pada akhirnya sering mengundang pertanyaan
yang diajukan kepada psikolog. Keterlambatan bicara dan bahasa ini haruslah dideteksi
dan ditangani sejak dini dengan metode yang tepat. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) pada balita di Graha
Tumbuh Kembang Jombang.
Jenis penelitian analitik korelasional cross sectional, populasi adalah semua anak balita
yang mengalami keterlambatan bicara di Klinik Graha Tumbuh Kembang Jombang
sejumlah 55 orang, dengan jumlah sampel 48 orang dengan tehnik Consecutive Sampling,
variabel independen faktor yang mempengaruhi keterlambatan biacara (pola komunikasi,
televisi, orang tua dan lingkungan), variabel keterlambatan bicara pada balita.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisis data
menggunakan uji mann whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola komunikasi orang tua dengan anak sebagian
besar adalah kurang sebanyak 25 orang (52,1%), tayangan televisi yang ditonton oleh
anak hampir dari setengahnya adalah kurang sebanyak 23 orang (47,9%), hubungan orang
tua, lingkungan dan anak hampir dari setengahnya adalah kurang sebanyak 23 orang
(47,9%), keterlambatan bicara yang dialami oleh anak sebagian besar keterlambatan total
sebanyak 27 orang (56,2%). Hasil analisa uji mann whitney didapatkan ? = 0,000 < 0,05
yang artinya ada hubungan pola komunikasi, tayangan televisi, hubungan orang tua dan
lingkungan dengan keterlambatan bicara
Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa semua faktor mempengaruhi keterlambatan
bicara, kurangnya komunikasi dengan orang tua, pemilihan tayangan televisi yang tidak
sesuai dan hubungan orang tua serta lingkungan yang tidak mendukung dapat
mempengaruhi keterlambatan bicara.
Kata kunci: keterlambatan bicara, balita
A