Abstract :
Down syndrome adalah suatu dimana kondisi materi genetik tambahan menyebabkan
keterlambatan genetik anak. Para orang tua kerap megucilkan anak mereka yang mengidap
penyakit kelainan perkembangan (down syndrome) akibat kelainan kromosom atau pembawa
sifat manusia. Sebab, anak yang mengidap sindroma ini dianggap menjadi penyebar aib
keluarga. Ibu kerap mengabaikan perawatan diri anak penderita down syndrome terutama dalam
hal mencuci tangan.untuk mengetahui ada pengaruh antara peran ibu terhadap perilaku
penderita down syndrome di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.
Desain dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun sampel
33 dari 89 populasi.Menggunakan teknik simple random sampling.Data dikumpulkan dengan
menggunakan kuesioner dan observasi selanjutnya data diolah dengan uji Chie Square untuk
melihat pengaruh peran ibu terhadap perilaku penderita down syndrome dalam mencuci
tangan.Data disajikan dalam distribusi frekuensi dan hasil Crosstabs.
Hasil penelitian ini didapatkan ibu yang berperan aktif sebanyak 17 orang (51,5%), dan yang
tidak aktif 16 orang (48,5%). Sedangkan pada perilaku penderita down syndrome di dapatkan
hasil penderita yang benar dalam melakukan cuci tangan yang baik sebanyak 20 orang ( 60,6%)
dan yang salah sebanyak 13 orang (39,4%) dan hasil uji statistic di dapatkan hasil 0,008 artinya
maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh antara peran ibu terhadap perilaku
penderita down syndrome dalam mencuci tangan di Desa Karangpatihan Kecmatan Balong
Kabupaten Ponorogo.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh peran ibu terhadap perilaku penderita
down syndrome dalam mencuci tangan di desa Karangpatihan Kecamatan balong Kabupaten
Ponorogo.
Kata kunci : Peran ibu, Perilaku,Down syndrome