Abstract :
Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi permasalahan kesehatan di
dunia. Fenomena di masyarakat yang terjadi saat ini yaitu banyak anggota keluarga teman dari pasien
yang disangka atau yang telah menderita TB paru tidak mau berdekatan dan juga berbicara dengan pasien.
Hal tersebut akan sangat menyinggung perasaan penderita. Hal ini akan berdampak pada kondisi
psikologis pasien TB. Semua hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan pengobatan yang kemudian
semakin menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan
dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita Tb paru.
Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional. Populasi yang diambil adalah 33 pasien yang
menderitaTB paru di Puskesmas Kesamben Jombang dan sampel penelitian menggunakan teknik simple
random sampling dengan jumlah 30 responden. Variabel penelitian ini adalah variabel independen
dukungan sosial dan variabel dependen kualitas hidup. Pengolahan data menggunakan editing, coding,
skoring dan tabulating. Hubungan antara dua variabel menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf
kesalahan 5%.
Hasil penelitian hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita TB paru di puskesmas
kesamben. Di ketahui dukungan sosial sedang sejumlah 15 responden (50%) dan sebagian besar dari
responden memiliki kualitas hidup sedang sebanyak 16 responden (53,4%).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup
pada penderita Tb paru di Puskesmas Kesamben, Kabupaten Jombang p>0,05.
Kata kunci: tuberkulosis, dukungan sosial, kualitas hidup.