Abstract :
Stress dapat meningkatkan tekanan darah. Jika ketakutan, tegang atau dikejar masalah maka tekanan darah
kita dapat meningkat. Tetapi pada umumnya, begitu kita sudah kembali rileks maka tekanan darah akan
turun kembali. Dalam keadaan stress maka terjadi respon sel-sel saraf yang mengakibatkan kelainan
pengeluaran atau pengangkutan natrium. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh pernafasan
diafragma terhadap tingkat stress pada lansia hipertensi di Desa Sengon Kecamatan Jombang Kabupaten
Jombang.
Desain penelitian ini adalah one group pre test post tets desaign. Populasinya semua lansia hipertensi di
Desa Sengon Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang yang berjumlah 38 lansia. Sampelnya adalah semua
lansia penderita hipertensi yang mengalami stres ringan di Desa Sengon Kecamatan Jombang Kabupaten
Jombang yang berjumlah 20 lansia. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Variabel dalam
penelitian ini terdiri dari variabel independent yaitu pernafasan diafragma dan variabel dependent yaitu
tingkat stress pada lansia hipertensi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan pengolahan data
editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya tingkat stres sebelum dilakukan pernafasan diafragma
adalah sedang sejumlah 16 responden (80%)., hampir seluruhnya tingkat stres sesudah dilakukan pernafasan
diafragma adalah ringan sejumlah 17 responden (85%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi
? = 0,000 < ? (0,05), sehingga H0 ditolak dan H
1 diterima.
Kesimpulan ada pengaruh pernafasan diafragma terhadap tingkat stress pada lansia hipertensi di Desa
Sengon Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Pada lansia hipertensi yang mengalami stress diberikan
tehnik relaksasi pernafasan diafragma,bisa menurunkan tingkat stress sehingga meminimalisir kondisi
kekambuhan pada komplikasi lanjuan dari hipertensi.
Kata Kunci : pernafasan diafragma, stress, lansia, hipertensi