Abstract :
Budaya merupakan segala hal yang dicipta manusia dengan pemikiran dan budi nuraninya
dalam kehidupan bermasyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya pemberian
MP-Asi merupakan pemberian makan pada bayi usia dibawah 6 bulan yang masih banyak
dilakukan di pedesaan karena kepercayaan dari orang terdahulu. Sampai saat ini masih
banyak budaya-budaya atau kebiasaan masyarakat di daerah kabupaten sumenep yang masih
dipegang teguh dan dilaksanakan, seperti halnya bayi usia satu minggu sudah diberi makan
pisang dicampur nasi agar tidak kelaparan dan cepat besar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui fenomena budaya pemberian makan (MP-Asi) pada bayi usia 0-6 bulan di Desa
Tengedan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep.Penelitian ini merupakan jenis
penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang dipilih dengan
menggunakan purposivesampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode
fenomenologi, kemudian melakukan triangulasi atau klarifikasi data kepada tokoh
masyarakat dan bidan desa setempat melalui tekhnik Appreciative Inquiry atau Indeph
Interview(wawancara mendalam). Hasil analisa penelitian menunjukkan bahwa ibu yang
memiliki adat/kebiasaan dalam pemberian MP-Asi pada bayi dibawah usia kurang dari 6
bulan dikeluarganya cenderung akan membuat ibu untuk turut mengikuti kebiasaan tersebut,
salah satunnya anggapan bahwa bayi menangis karena masih lapar dan ingin bayi cepat
besar.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu masih memiliki kepercayaan atau kebiasaan
memberikan makanan pendamping Asi pada bayi dibawah umur 6 bulan, dikarenakan
kasihan melihat bayi menangis dan menganggap Asi tidak mencukupi kebutuhan bayinya.
Kata kunci : Budaya, MP-ASi, Budaya Pemberian MP-Asi