Abstract :
Ketidaktahuan pasien akan perawatan TBC (tuberculosis) paru selama dirumah merupakan bukti
gagalnya informasi yang disampaikan petugas kesehatan saat discharge planning. Penanganan TBC
(tuberculosis) paru sangat memerlukan kemandirian pasien karena pengobatan untuk penyakit ini
adalah pengobatan jangka panjang, kurang lebih tiga sampai sembilan bulan dan penderita harus
minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan pulang (discharge
planning) terhadap kemandirian pasien TBC (tuberculosis) paru di Ruang Cempaka RSUD Jombang.
Desain penelitian kuantitatif rancangan penelitian yang digunakan Two Group Pretest-Posttest
Desaign. Populasi sebanyak 30 orang dan sampel 16 orang pasien TBC (tuberculosis) paru. Teknik
pengambilan dengan consecutive sampling. Hasil penelitian didapatkan rerata kemandirian kelompok
kontrol berada di nilai tengah antara nilai ekspetasi minimal dan maksimal (62,25) dan rerata
kemandirian kelompok intervensi mendekati nilai ekspetasi maksimal (81,88). Didapatkan nilai p
value (0,042) < alpha (0,05), maka H1 diterima, artinya ada pengaruh perencanaan pulang (discharge
planning) terhadap kemandirian pasien TBC paru. Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara
perencanan pulang (discharge planning) terhadap kemandirian pasien TBC paru. Sehingga sangat
penting bagi pasien untuk melakukan kemandirian setelah dilakukan penerapan (discharge planning)
terhadap perawat, sehingga dapat meningkatkan kemandirian pasien TBC (tuberculosis) paru.
Kata kunci : discharge planning, kemandirian, Tb paru