Abstract :
Pensiun seharusnya membuat orang senang karena bisa menikmati hari tuanya. Tetapi sebaliknya pensiun
seringkali dianggap kenyataan yang tidak dapat menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian
orang merasa cemas karena mereka tidak tahu kehidupan seperti yang akan mereka hadapi. Tujuan penelitian
ini adalah Mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kecemasan dalam menghadapi masa
pensiun pada pra lansia di Desa Dempelan Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun. Desain penelitian ini
adalah one group pre test post tets desaign. Populasinya semua pegawai yang akan mengalami pensiun di
Desa Dempelan Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun berjumlah 12 orang. Tehnik sampling menggunakan
total sampling dengan sampelnya sejumlah 12 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel
independent yaitu komunikasi terapeutik dan variabel dependent yaitu kecemasan dalam menghadapi masa
pensiun pada pra lansia. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan pengolahan data editing,
coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian
besar kecemasan dalam menghadapi masa pensiun diberi komunikasi terapeutik adalah sedang sejumlah 7
responden (58,3%) dan sebagian besar kecemasan dalam menghadapi masa pensiun diberi komunikasi
terapeutik adalah normal sejumlah 8 responden (66,7%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi
? = 0,000 < ? (0,05), sehingga H0 ditolak dan H
1
diterima ada pengaruh komunikasi terapeutik terhadap
kecemasan dalam menghadapi masa pensiun pada pra lansia di Desa Dempelan Kecamatan Madiun
Kabupaten Madiun. Diharapkan hasil penelitian ini membantu responden untuk memperjelas dan
mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi terutama
dalam menghadapi masa pensiun.
Kata Kunci : komunikasi terapeutik, kecemasan, masa pensiun, pra lansia