Abstract :
Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang tahun 2014 kejadian ISPA pada balita cukup
tinggi sebanyak 5584 kasus. Sedangkan dari data puskesmas Peterongan penyakit ispa menduduki
peringkat ke 3 jenis penyakit rawat jalan di puskesmas Peterongan terdapat 56 kasus pada Dusun
Wonokerto.. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang berbasis lingkungan yang kurang sehat. Tujuan
penelitian untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap kejadian ISPA pada Balita di Dusun
Wonokerto Desa Peterongan Kabupaten Jombang.
Jenis penelitian ini adalah analitik korelational. Populasi penelitian berjumlah 56 responden. Teknik
sampling menggunakan purposive sampling sampel yang diambil dari ibu yang memiliki balita
sejumlah 49 orang, penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 juli 2015. Variabel independen adalah
lingkungan dan variabel dependen adalah kejadian ISPA. Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner. Kemudian diolah dan di analisa dengan editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistic
chi square dengan tingkat kesalahan p= 0.000
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh lingkungan sebagian besar sehat. Sedangkan kejadian
ISPA mempunyai pengaruh negatif. Kriteria lingkungan sehat 71.4% , tidak sehat 28.5%. dan pada
kejadian ISPA kriteria positif 48.9%, dan negatif 51.0%, didapatkan hasil signifikan sebesar ? =0.000
lingkungan dengan kejadian ISPA atau kurang dari ? =0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa H1
diterima atau ada pengaruh antara pengaruh lingkungan dengan kejadian ISPA pada balita di Dusun
Wonokerto Desa Peterongan Kabupaten Jombang
Kesimpulan dari penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh lingkungan terhadap kejadian ISPA di
Dusun Wonokerto Desa Peterongan Kabupaten Jombang.
Tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan penyuluhan tentang lingkungan yang sehat ke
penderita ISPA sehingga penderita ISPA mengerti tentang mengurangi resiko ISPA sesuai jadwal
program puskesmas yang ada.
Kata kunci : Pengaruh Lingkungan, Kejadian ISPA.