Abstract :
Perkembangan bahasa pada anak usia 3-5 tahun banyak ditemukan mengalami
hambatan, berupa gangguan artikulasi, kata atau kosa kata, produksi suara. Sebab
anak terlambat bicara salah satunya yakni minim interaksi dengan orang tua.
Kurangnya rangsangan orangtua terhadap anak juga dapat menghambat
perkembangan berbicara pada anak, maksudnya disini yaitu orangtua yang terlalu
sibuk bekerja dan tidak mempunyai waktu untuk berkomunikasi terhadap anaknya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola komunikasi orang
tua dengan resiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia pra sekolah.
Jenis penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan desain penelitian cross
sectional. populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia pra sekolah di
PAUD/RA Babussalam Kemuning sejumlah 36 anak., dengan jumlah sampel sebesar
36 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel
independen pada penelitian ini adalah pola komunikasi orang tua, sedangkan variabel
dependennya adalah resiko keterlambatan perkembangan bahasa. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan data menggunakan
editing, coding, scoring, tabulating dengan analisis menggunakan uji Chi square,
dengan p-value (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh
responden memiliki pola komunikasi yang baik dan tidak beresiko dengan
keterlambatan perkembangan bahasa sejumlah 32 responden (88,9%), sebagian kecil
responden memiliki pola komunikasi yang cukup dan tidak beresiko dengan
perkembangan bahasa sejumlah 4 responden (11,1%). Hasil uji Chi square didapatkan
nilai p = 0,003 < ?= 0,05, oleh karena p < ? maka H1 diterima dan H0 ditolak.
Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan pola komunikasi orang tua dengan
resiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usi pra sekolah.
Kata Kunci : Pola Komunikasi, Resiko Keterlambatan Perkembangan Bahasa, Anak
Usia Pra Sekolah