Abstract :
Pendahuluan: Usia ibu terlalu muda (< 20 tahun) dan usia ibu terlalu tua (> 35 tahun) serta jarak kehamilan terlalu dekat (<2 tahun) merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur. Partus prematurus merupakan permasalahan yang memerlukan perhatian besar karena dampaknya terhadap morbiditas dan mortalitas perinatal. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian kelahiran prematur.
Metode: Rancangan penelitian analitik korelasional, pendekatan retrospektif, populasinya adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro tahun 2021, sebanyak 556 orang. Sampelnya 85 responden diperoleh dengan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi data sekunder berupa data kohort ibu dan bayi, serta dianalisis dengan uji korelasi Pearson tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil dan analisis: Sebagian besar hamil pada usia reproduksi sehat (20-35 tahun) yaitu 67 responden (78,8%), sebagian besar dengan jarak kehamilan aman (? 2 tahun) yaitu 73 responden (85,9%), sebagian besar dengan kelahiran normal yaitu sebanyak 64 responden (75,3%), ada hubungan usia dengan kejadian kelahiran prematur di Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro (? 0,000; r 0,838) dan ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian kelahiran prematur di Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro (? 0,000; r 0,708).
Kesimpulan: Usia ibu hamil > 35 tahun memiliki risiko untuk melahirkan prematur dikarenakan wanita berusia >35 tahun fungsi alat reproduksinya sudah berkurang. Pada ibu hamil dengan jarak kehamilan yang terlalu pendek yaitu <2 tahun memiliki risiko untuk melahirkan prematur dikarenakan rahim ibu yang belum pulih sehingga jarak kehamilan kurang dari dua tahun dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada kehamilan dan proses persalinan.
Kata Kunci : Usia, Jarak Kehamilan, Kelahiran Prematur