DETAIL DOCUMENT
STUDI EKSEGESIS MATIUS 22: 37-40 TENTANG HUKUM KASIH DAN RELEVANSINYA BAGI KEUTUHAN PERNIKAHAN KRISTEN
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA) Jakarta
Author
Lalangpuling, Osias M.
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2022-03-18 04:05:37 
Abstract :
Skripsi ini membahas tentang pentingnya Hukum Kasih bagi keutuhan pernikahan Kristen. Kasih merupakan dasar atau landasan terpenting dalam membangun pernikahan. Setiap pasangan Kristen selalu dituntut untuk menerapkan kasih dalam pernikahan demi membangun pernikahan yang utuh. Dalam membangun hubungan pernikahan yang penuh dengan ucapan syukur serta berlimpah kasih, yang terpenting adalah suami dan istri perlu mengutamakan Tuhan dalam setiap hubungan. Allah adalah kasih, karena itu kasih yang sejati hanya dapat ditemukan dari Allah. Suasana dalam keluarga Kristen perlu dipenuhi dengan kasih agape (kasih yang melibatkan seluruh totalitas hidup dalam mengasihi tanpa menuntut balasan). Dalam keluarga Kristen, kasih agape hanya dapat diperoleh ketika suami maupun istri menaati Yesus Kristus sebagai Tuhan atas seluruh kehidupan. Kehendak Allah adalah dalam pernikahan, suami dan istri dapat menaati perintah-Nya agar dalam keluarga Kristen suami dan istri boleh menjadi alat-Nya. Allah telah mencurahkan kasih-Nya melalui bukti dari kematian, kebangkitan serta dicurahknnya Roh Kudus bagi setiap umat yang percaya Kepada-Nya. Apabila suami dan istri tidak melibatkan Tuhan dalam pernikahan, maka kasih agape tidak ada di dalam pernikahan. Karena kasih dalam pernikahan bukanlah sekadar kasih persahabatan, tetapi kasih yang senantiasa memberi dan dan senantiasa berkorban. Sehingga melalui penelitian ini, keluarga Kristen menyadari betapa pentingnya menerapkan kasih dalam pernikahan sebagai bentuk upaya dalam menjaga keutuhan pernikahan. Keluarga Kristen boleh juga bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Sang Juruselamat. 

Institution Info

Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA) Jakarta