DETAIL DOCUMENT
Pergeseran Nilai Tradisi Pesta Panen Akibat Modernisasi Pada Masyarakat Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara
Total View This Week17
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
Yustika Sari, A1N316063
Subject
Pergeseran Nilai Tradisi 
Datestamp
2020-02-24 03:50:41 
Abstract :
ABSTRAK Yustika Sari. A1N316063. Judul Penelitian. “Pergeseran Nilai Tradisi Pesta Panen Akibat Modernisasi Pada Masyarakat Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara”. Dibimbing oleh Dr. H. Jamiludin, M. Hum dan Pendais Hak, S.Ag, M.Pd, masing-masing selaku Pembimbing I dan Pembimbing II. Permasalahan dari penelitian ini ialah: 1) Bagaimana proses pelaksaaan tradisi pesta panen di Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara? 2) Bagaimana bentuk pergeseran nilai dan tradisi pesta panen akibat modernisasi di Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu kabupaten Buton Utara? 3) Bagaimana upaya masyarakat dalam melestarikan nilai tradisi pesta panen ditengah pengaruh modernisasi di Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara? Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengguraikan proses pelaksaan tradisi pesta panen di Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. 2) Untuk menguraikan bentuk-bentuk pergeseran nilai dan tradisi pesta panen akibat modernisasi di Desa Wacu Laea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. 3) Untuk menguraikan upaya masyarakat dalam melestarikan nilai dan tradisi pesta panen ditengah pengaruh modernisasi di Desa Wacu Laea Kecamanatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1)Teknik Pengumpulan data tediri dari beberapa bagian yaitu: wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. 2) Teknik analisis data. 3)Validitas data. Hasil penelitian ini menununjukan bahwa: 1)Proses pelaksaan tradisi pesta panen tahap pertamaa Pompolea adalah adalah proses di mana tokoh adat yang pertama kali membawa hasil panen padi ladang yang di bawa pulang di kampung. Ponton’ du cula atau nasi bambu adalah proses menghanyutkan nasi bambu di aliran sungai Laea yang isi dalam bambu tersebut adalah nasi kentan atau biasa di sebut beras merah. Pohalua oleo moiko atau penentuan hari yang baik sebelum ini proses ini maka tokoh adat memberitahu Kepala Desa untuk mengadakan pertemukan semua warga turut hadir untuk merencakan pesta panen di Balai Desa. Pekocupa atau acara ketupat merupakan saat perkumpulan semua warga untuk mengolah hasil panen secara bersama-sama. Proses Cumi’no ini adalah supaya kita tahu bahwa ada arwah nenek moyang yang di namakan Wa ode Madu, yang dipercaya merasuki salah satu orang yang memiliki garis keturunan Wa Ode Madu. Podawu kocupa atau pembagian ketupat adalah setelah ketupat yang dimasak itu telah matang maka tahap selanjutnya adalah membagikan kepada seluruh warga. Kegiatan Pengiring Pesta Panen Dalam pelaksanaanya tradisi pesta panen di Desa Wacu laea juga didampingi oleh kegiatan-kegiatan lain judi tradisional seperti perjudian, lengko, dadu sinter, dan sabung ayam. Haroa atau pembacaan doa Pada saat sore 
Institution Info

Universitas Halu Oleo