Abstract :
ABSTRAK
Hasniar. A1N316066. Skripsi “Interaksi Sosial Antara Suku Bajo dan Masyarakat Kadatua Di Pulau Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Baratâ€. Dibimbing oleh La Batia dan Pendais Hak, masing-masing selaku Pembimbing I dan Pembimbing II.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Apa motif yang melatarbelakangi terjadinya interaksi sosial Suku Bajo dan Masyarakat Kadatua di Pulau Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat? 2) Bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi antara Suku Bajo dan Masyarakat Kadatua di Pulau Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat?. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan motif yang melatarbelakangi terjadinya interaksi sosial masyarakat Suku Bajo dan Masyarakat Kadatua di Pulau Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat. 2) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi antara Suku Bajo dan Masyarakat Kadatua di Pulau Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat.
Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) Teknik pengumpulan data terdiri dari beberapa bagian yaitu wawancara, observasi langsung dan dokumentasi. 2) Teknik analisis data. 3) Validasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Motif yang melatarbelakangi terjadinya interaksi sosial antara Suku Bajo dan Masyarakat Kadatua di Pulau Maginti terjadi karena adanya motif-motif tertentu seperti adanya motif dalam bidang ekonomi, motif dalam bidang sosial budaya, dan motif dalam bidang pendidikan dan politik. Dalam bidang ekonomi terdiri dari: a) Model interaksi sosial. b) Mata pencaharian. c) Manfaat interaksi ekonomi yang terjadi. Dimana dengan adanya motif ekonomi kedua masyarakat saling mengunjungi dalam hal pembahasan hasil tangkap ikan, ikan yang sudah diolah menjadi ikan asin maupun hasil tangkap lainnya. Selanjutnya motif interaksi dalam bidang sosial budaya meliputi: a) Religi/kepercayaan. b) Adat istiadat. c) bahasa. Dengan adanya motif budaya kedua suku yang terlibat dalam suatu hubungan pernikahan maka mereka akan saling mengunjungi satu sama lainnya. Motif interaksi dalam bidang pendidikan terjalin dengan baik tidak ada diskriminasi atau tembang piih yang terjadi pada dunia pendidikan dimana terjadi pertukaran guru dari kedua Desa tersebut. Kemudian dalam bidang politik hubungan sosial terjalin harmonis bagi mereka yang mempunyai pilihan politik yang sama. Bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di Pulau Maginti a) Proses asosiatif. b) Proses disosiatif. Proses asosiatif meliputi a) Kerjasama. b) akulturasi. c) asimilasi, sedangkan proses disosiatif terdiri dari: a) Persaingan. b) Konflik. Dalam hal kerjasama dapat dikatakan baik dan dapat pula dikatakan belum baik dalam bentuk kerjasama di bidang ekonomi kedua suku bekerjasama dengan baik akan tetapi dalam hal pembersihan lapangan sepak bola dan tempat pemakaman umum yang mereka gunakan bersama masih kurangnya partisipasi dari kedua pihak.
Kata Kunci: Interaksi, Sosial, Motif, Bentuk, Antar Suku.