Abstract :
ABSTRAK
Benih lobster merupakan stadia post larva yang bentuknya sudah menyerupai lobster dewasa namun belum memiliki pigmen dan rangka luar yang keras kemudian bersifat planktonis dan melayang-layang dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan benih lobster (Panulirus spp.), hubungan kelimpahan benih lobster dengan kedalaman serta parameter kualitas perairan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-September 2019, bertempat di Perairan Desa Ranooha Raya, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data dilakukan pada 3 titik stasiun pengamatan dengan menggunakan metode deskriptif
eksploratif dan analisis data menggunakan analisis korelasi. Kelimpahan benih
lobster (Panulirus spp.) diperoleh dengan menggunakan alat tangkap pocong
(shelter) dan pengambilan data kualitas perairan dilakukan secara in situ. Hasil
UHO
penelitian menunjukkan bahwa.idkelimpahan benih lobster tertinggi yaitu pada
stasiun II (kedalaman 4 meter) berjumlah 221 individu dan kelimpahan terendah
pada stasiun I (kedalaman 6 meter) berjumlah 155 individu. Jenis benih lobster
ac
.
yang ditemukan yaitu jenis benih lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan jenis
benih lobster pasir (Panulirus homarus). Persentase kelimpahan relatif tertinggi
yaitu jenis benih lobster mutiara sebesar 75% dan persentase kelimpahan relatif
terendah jenis benih lobster pasir sebesar 55,56%. Hasil analisis korelasi
uho
.
hubungan kelimpahan benih lobster berdasarkan kedalaman diperoleh nilai
sitedi Perpustakaan
hubungan yang kuat. Parameter kualitas perairan masih mendukung untuk kehidupan benih lobster seperti arus, suhu, kedalaman, kecerahan, pH, salinitas dan DO (Dissolved Oksigen). Parameter kecepatan arus merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberadaan benih lobster (Panulirus spp.) di perairan.
Kata Kunci: Benih Lobster (Panulirus spp.), Kelimpahan, Kedalaman Perairan, Parameter Kualitas Perairan.