DETAIL DOCUMENT
Dampak Kegiatan Pertambangan Nikel Terhadap Pengembangan Wilayah Di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Studi Pada Desa Mandiodo Dan Desa Tapunggaya)
Total View This Week23
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
Andri Natalis Andrias Herman Balo, G2F1 17 006
Subject
Pengembangan wilayah 
Datestamp
2020-03-09 06:37:08 
Abstract :
ABSTRAK Dampak Kegiatan Pertambangan Nikel Terhadap Pengembangan Wilayah Di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Studi Pada Desa Mandiodo dan Desa Tapunggaya) Oleh: Andri Natalis Andrias Herman Balo (G2F1 17 006) Yulius B. Pasolon (Pembimbing I) Laode Bahana Adam (Pembimbing II) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kegiatan pertambangan nikel PT. Cinta Jaya terhadap pengembangan wilayah khususnya sosial ekonomi masyarakat serta lingkungan dan sarana prasarana (fasilitas) umum di Desa Mandiodo dan Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan survey dan eksplanatoris. Informan penelitian sebanyak 48 orang, yang terdiri dari informan kunci sebanyak 5 orang dan 43 orang informan pendukung. Data dianalisis secara deksriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diulas, maka penelitian disimpulkan bahwa kegiatan pertambangan oleh PT. Cinta Jaya telah berdampak baik (positif) terhadap: 1) Peningkatan pendidikan masyarakat melalui perbaikan fasilitas sekolah dan bantuan alat tulis bagi siswa SD dan SMP; 2) Kondisi pekerjaan sehingga mampu merubah kondisi mata pencaharian sekitar 32,56 %; 3) Kesempatan dan serapan tenaga kerja lokal (masyarakat sekitar) sebesar 52,08 % meskipun diawal beroperasinya sebesar 100%; 4) Peningkatan pendapatan rumah tangga sebelum dan setelah beroperasi pertambangan sebesar 32,56 % %; 5) Peningkatan kegiatan ekonomi dan kesempatan berusaha sebesar 46,34 %; 6) Meningkatkan kualitas prasarana dasar wilayah melalui perbaikan jalan dan jembatan, perbaikan tempat ibadah, pemberian bantuan alat olahraga, rehabilitas puskesmas, perbaikan fasilitas pendidikan dan pengadaan sumber air bersih (sumur bor); 7) Peningkatan kualitas fisik rumah dari kumuh menjadi semi permanen dan semi permanen menjadi permanen sebesar 27,91 %; dan 8) Kegiatan pertambangan juga berdampak buruk (negatif) terhadap penurunan kualitas lingkungan yang berakibat pada terganggunya pernapasan masyarakat yang bersumber dari debu sebesar 50 %, asap kendaraan 25 % serta dampak lainnya dibawah 15 % seperti kebisingan,banjir (genangan air) pada beberapa titik saat musim hujan dan kecelakaan. Kata Kunci : Dampak, Pertambangan, Sosial Ekonomi dan Lingkungan 
Institution Info

Universitas Halu Oleo