Abstract :
ABSTRAK
PERBANDINGAN VISUAL ANALOGUE SCALE (VAS) ANTARA PEMBERIAN ANALGETIK PERORAL IBUPROFEN PRE SIRKUMSISI DAN PARACETAMOL POST SIRKUMSISI DI KECAMATAN ABUKI KABUPATEN KONAWE
Oleh :
Muh. Syahriwibowo Supandi
K1A115028
Latar belakang. Khitanan atau sirkumsisi adalah tindakan membuang preputium penis sehingga glands penis menjadi terbuka. Tindakan ini merupakan tindakan bedah minor yang paling banyak dilakukan di seluruh dunia sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia. Sirkumsisi akan menimbulkan nyeri karena perlukaan pada kulit penis yang disebabkan terjadinya peradangan. Pemberian analgetik opioid atau analgetik non opioid serta anestesi lokal sebelum operasi dapat mengurangi nyeri akibat tindakan sirkumsisi. Analgetik yang sering digunakan untuk menangani rasa nyeri dalam sirkumsisi adalah ibuprofen dan paracetamol.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai Visual Analogue Scale (VAS) yang dinilai dalam 3 waktu.
Metode. Jenis penelitian ini termasuk penelitian quasi-experimental dengan model posttest design only yang dilakukan di wilayah Kecamatan Abuki. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 36 sampel, yang terdiri dari 18 sampel dengan pemberian ibuprofen 200 mg pre sirkumsisi dan 18 sampel paracetamol post sirkumsisi, kemudian dilakukan penilaian Visual Analogue Scale 1 jam setelah sirkumsisi (T1), 2 jam setelah sirkumsisi (T2) dan 3 jam setelah sirkumsisi (T3). Penelitan ini dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Mann-Whitney U.
Hasil. Kelompok pre sirkumsisi memiliki nilai rata-rata VAS 2.5 pada T1, 4.17 pada T2 dan 6.39 pada T3. Kelompok post sirkumsisi memiliki nilai rata-rata VAS 6.56 pada T1, 4.72 pada T2 dan 2.56 pada T3. Hasil nilai p-value pre dan post T1(p-value 0.00), T2(p-value 0.097), T3(p-value 0.00).
Kesimpulan. Terdapat perbedaan rata-rata nilai VAS antara analgetik ibuprofen pre sirkumsisi dan paracetamol post sirkumsisi pada T1, T2 dan T3.
Kata kunci : Ibuprofen, Paracetamol, Sirkumsisi, Visual analogue scale.