DETAIL DOCUMENT
Simulasi Penentuan Komposisi Alat Gali-Muat Dan Alat Angkut Dengan Teori Antrian Pada Kegiatan Penambangan Di Blok B Pt. Baula Petra Buana Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara
Total View This Week15
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
Cece Andriani, R1D115022
Subject
Komposisi Alat Gali 
Datestamp
2020-03-10 03:22:23 
Abstract :
SIMULASI PENENTUAN KOMPOSISI ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT DENGAN TEORI ANTRIAN PADA KEGIATAN PENAMBANGAN DI BLOK B PT. BAULA PETRA BUANA KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Cece Andriani Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo cecemangurana15@gmail.com ABSTRAK PT. Baula Petra Buana adalah salah satu perusahaan pertambangan bijih nikel yang beroperasi di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Di blok yang sudah ditambang seringkali pencapaian target produksi tidak tercapai. Salah satu faktornya yaitu ketidaksesuain antara alat gali-muat dengan alat angkut yang digunakan dalam penambangan. Maka akan dilakukan simulasi dengan teori antrian. Simulasi dilakukan dengan tujuan untuk menentukan alat gali-muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam kegiatan penambangan dan menentukan produktivitas alat gali-muat dan alat angkut. Alat muat yang digunakan adalah Excavator CAT-320GC . Dump truk yang digunakan adalah Hino 500. Penentuan alat gali-muat dan alat angkut yang digunakan dalam kegiatan penambangan di Blok B PT. Baula Petra Buana dilakukan dengan menggunakan teori antrian dan dengan program Talpac, yaitu meliputi penggunaan 1 alat gali muat dengan 4, 5, sampai 10 alat angkut. Dalam simulasi ini diperoleh bahwa waktu siklus setiap alat angkut pada teori antrian untuk 4 alat angkut selama 27,93 menit, untuk 5 alat angkut selama 28, 45 menit sampai untuk 10 alat angkut selama 33,18 menit. Sementara dalam simulasi Talpac untuk 4 alat angkut selama 23,85 menit, untuk 5 alat angkut selama 27,90 menit sampai untuk 10 alat angkut selama 74,64 menit. Produktivitas alat gali-muat dan alat angkut dari hasil simulasi dengan menggunakan teori antrian dan dengan program Talpac, menunjukan bahwa untuk teori antrian dengan 4 unit alat angkut sebanyak 38,49 ton/jam dengan dengan program Talpac sebanyak 33,32 ton/jam. Sementara itu teori antrian dengan 10 unit alat angkut sebanyak 32,4 ton/jam dengan dengan program Talpac sebanyak 11,59 ton/jam. Kata Kunci: produktivitas, teori antrian, talpac 
Institution Info

Universitas Halu Oleo