Abstract :
ABSTRAK
Dahlan (D1A115042) “Bentuk Adaptasi Suku Bajo Terhadap Kegiatan Usahatani di
Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali†(dibimbing oleh
Hartina Batoa Sebagai Pembimbing I dan Mardin sebagai pembimbing II).
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk adaptasi Suku Bajo terhadap kegiatan usahatani di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bungku Selatan
Kabupaten Morowali (2) mengetahui faktor-faktor yang mendorong terjadinya
bentuk adaptasi Suku Bajo terhadap kegiatan usahatani di Desa Jawi-Jawi Kecamatan
Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Penelitian ini berlangsung mulai bulan Maret
UHO
2019 sampai selesai bertempat di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Bungku Selatan
Kabupaten Morowali. Informan dalam penelitian ini adalah orang yang mengetahui
permasalahan tertentu serta informasi yang diperoleh jelas, akurat dan dapat
dipercaya sesuai permasalahan yang akan diteliti. Adapun teknik penentuan informan
dalam penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik
sitedi .
Perpustakaan
teknik (Pruposive Sampling) padaidmasyarakat nelayan yang beradaptasi terdapat
kegiatan usahatani. Menurut (Sugiyono, 2012) jumlah dari informan sebanyak 8
orang. Penentuan informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang
uho
telah ditentukan yaitu:.(1)acnelayan Suku Bajo yang melakukan kegiatan usahatani
sebanyak 5 orang (2) kepala Desa Jawi-Jawi (3) sekdes Jawi-Jawi (4) tokoh
Masyarakat. Analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Bentuk adaptasi Suku Bajo terhadap
.
kegiatan usahatani yang dilakukan oleh nelayan Suku Bajo di Desa Jawi-Jawi terdiri dari cara pengolahan lahan, pemilihan bibit, penanaman, pemupukan, pengendalian gulm serta panen dengan membudidayakan tanaman ubi kayu, jagung dan sayur-sayuran sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan pokok keluarga (2) Faktor-faktor pendorong adaptasi terhadap kegiatan usahatani terdiri dari faktor internal yaitu kurangnya pendapatan nelayan, kurangnya alat penangkapan nelayan, kurangnya pengetahuan nelayan, usia, dan keterbatasan modal. Sedangkan faktor eksternal yaitu keadaan iklim tidak menentu dan dampak aktivitas tambang.
Kata Kunci: Adaptasi, Suku Bajo, Usahatani