DETAIL DOCUMENT
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR MATERI POKOK MOMENTUM DAN IMPULSMELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BAGI PESERTA DIDIK SMAN 2 MAWASANGKA TENGAH
Total View This Week15
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
SARIANI, A1K1 15 095
Subject
Model pembelajaran 
Datestamp
2020-03-12 01:56:10 
Abstract :
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan keterampilan proses sains peserta didik kelas X MIA SMAN 2 Mawasangka Tengah yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok Momentum dan Impuls?. 2) Mendeskripsikan hasil belajar fisika ranah kognitif peserta didik kelas X MIA SMAN 2 Mawasangka Tengah yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok Momentum dan Impuls?. 3) Mendeskripsikan peningkatan ketuntasan hasil belajar fisika ranah kognitif peserta didik kelas X MIA SMAN 2 Mawasangka Tengah yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok Momentum dan Impuls?.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA SMAN 2 Mawasangka Tengah tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah peserta didik 23 orang. Ada dua data yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu data keterampilan proses sains yang diperolehdari lembar observasi dan data hasil belajar fisika ranah kognitif yang diperoleh dari tes hasil belajar (tes siklus). Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1) keterampilan Proses peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada setiap siklus cenderung meningkat dari kategori cukup 1,67 pada siklus I menjadi kategori baik 2,87pada siklus II. 2) Hasil belajar fisika ranah kognitif kelas X MIA SMAN 2 Mawasangka Tengah yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah yang diperoleh sebaran nilai: pada siklus I diperoleh nilai dari 51 sampai dengan 98 dengan nilai rata-rata 71,2. Pada siklus II diperoleh nilai dari 64 sampai dengan 100 dengan nilai rata-rata 81,0. 3) Hasil belajar fisika ranah kognitif peserta didik kelas X MIA SMAN 2 Mawasangka Tengah pada materi pokok momentum dan impuls yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalahdapat ditingkatkan dengan jumlah persentase siswa yang sudah tuntas pada siklus I adalah sebesar60,8 % meningkat menjadi 78,3% pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika pada materi pokok momentum dan impuls yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan pada keterampilan proses sains dan hasil belajar fisika ranah kognitif. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Keterampilan Proses Sains, Hasil Belajar Ranah Kognitif. 
Institution Info

Universitas Halu Oleo