Abstract :
Analisis Produksi Bijih Nikel Blok X Pada PT. Tambang Bumi Sulawesi Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara
ABSTRAK
Alat gali muat berperan sebagai penggalian ataupun pemuatan tanah penutup,pemuatan endapan bijih (ore).Sedangkan alat angkut digunakan untuk memindahkan material tanah penutup ke lokasi pembuangan atau penimbunan dan juga memindahkan endapan bijih (ore) ke tempat penumpukan sementara (stock pile). Peningkatan target produksi ditentukan oleh produktifitas atau keberhasilan kerja alat muat dan alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas kerja alat gali muat dan alat angkut, menentukan keserasian alat muat dan alat angkut dan menentukan jumlah biaya produksi dalam mencapai target penambangan. Daerah penelitian ini terletak di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Pt. Tambang Bumi Sulawesi. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan dengan target produksi 30.000 Ton / bulan, maka dapat disimpulkan jumlah produksi alat muat Excavator Hitachi zx 330 dengan efisiensi kerja 82,58% pada pemuatan bijih nikel (ore) sebesar 55.710,056 m3/ bulan, maka target produksi bijih nikel (ore) dalam satu bulan telah tercapai. Jumlah produksi alat angkut Dump Truck Hino 500 dengan efisiensi kerja 84,91% pada pemuatan bijih nikel sebesar 58.542,561 m3 / bulan. Faktor keserasian (match factor) <1, maka alat gali muat akan sering menganggur, faktor keserasian =1, maka kedua alat tersebut sudah serasi artinya kedua alat tersebut akan sama-sama sibuk sehingga tidak perlu menunggu, Faktor >1, maka alat angkut akan sering menganggur
Kata Kunci : Produksi Bijih Nikel, Nikel Laterit, Faktor Keserasian, Pertambangan