Abstract :
ABSTRAK
Rizki Widya Astuti (D1A11539). Analisis Penadapatan dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Beralih Dari Usahatani Padi Sawah Ke Usahatani Hortikultura Di Desa Abenggi Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Di bawah bimbingan H. Saediman sebagai pembimbing I dan La Ode Alwi sebagai pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani padi sawah dan usahatani hortikultura, untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara usahatani padi sawah dengan usahatani hortikultura, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi keputusan petani untuk beralih dari usahatani padi sawah ke usahatani hortikultura di Desa Abenggi, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 53 orang. Sampel yang digunakan adalah petani padi sawah yang melakukan peralihan lahan sawahnya menjadi usahatani hortikultura. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, uji beda paired sample t-test dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani padi sawah per usahatani adalah sebesar
Rp29.667.325/tahun dan rata-rata pendapatan perha yaitu Rp21.181.531/tahun.Untuk usahatani hortikultura, rata-ratapendapatan adalah sebesar Rp182.876.198/usahatani/tahun atau Rp469.612.849/ha/tahun.Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan usahatani padi sawah dan usahatani hortikultura. Hal ini menunjukkan bahwa peralihan lahan sawah ke usahatani hortikultura memberikan pengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani petani di Desa Abenggi Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan.Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk beralih dari usahatani padi sawah ke usahatani hortikultura terdiri dari faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors). Jika diurut berdasarkan tingkat kepentingan atau tingkat pengaruhnya, faktor-faktor pendorong adalah resiko kegagalan lebih besar, masalah ketersediaan air, ketidakpastian harga dan pasar, pendapatan usahatani lebih kecil, kelangkaan tenaga kerja dan kurangnya kerjasama kelompok. Jika diurut berdasarkan tingkat kepentingan atau tingkat pengaruhnya, faktor-faktor penarik adalah pendapatan lebih tinggi, resiko kegagalan lebih kecil, permintaan tinggi, musim tanam lebih singkat, penguasaan teknik bercocok tanam, dan kesesuaian agroklimat.
Kata Kunci : Konversi Lahan, Pendapatan Petani, Usahatani Padi sawah, Usahatani Hortikultura.