DETAIL DOCUMENT
Analisis Aktivitas Antioksidan Dan Antimikroba Kertas Untuk Kemasan Pangan Dari Limbah Kulit Biji Kakao
Total View This Week35
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
Firmansyah, Q1A1 15 169
Subject
Kemasan Pangan 
Datestamp
2020-06-30 02:43:38 
Abstract :
ABSTRAK Firmansyah (Q1A115169). Analisis Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Kertas Untuk Kemasan Pangan dari Limbah Kulit Biji Kakao (Dibimbing oleh Tamrin sebagai pembimbing I dan RH. Fitri Faradillah sebagai pembimbing II) Kulit biji kakao memiliki kandungan zat fungsional seperti polifenol dan senyawa-senyawa bioaktif yang dapat bertindak sebagai antioksidan dan bersifat antimikroba. Keberadaan limbah tersebut sering kali tidak dimanfaatkan secara baik dan kadang dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat. Oleh sebab itu kulit biji kakao memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kertas kemasan pangan karena tinggi akan kandungan polifenol serta ramah lingkungan dan tahan terhadap mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dan aktivitas antimikroba kertas yang dibuat dari limbah kulit biji kakao, serta mempelajari pengaruh penambahan poli etilon glikol pada campuran bahan pembuatan kertas sebagai kemasan pangan. Perlakuan penambahan PEG dengan berat molekul 400 dan 1000 g/mol pada campuran bahan kertas yaitu 5%, 15% dan 30%, serta aktivitas antioksidan kertas yang dihasilkan dan dievaluasi antimikroba terhadap 3 jenis bakteri uji yaitu bakteri E. Coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus. Variabel pengamatan terdiri dari aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan aktivitas antimikroba menggunakan media nutrient agar (NA). Data aktivitas antioksidan dan antimikroba dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA), apabila berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis aktivitas antioksidan kertas kemasan dari limbah kulit biji kakao diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata. Persen inhibisi DPPH oleh seluruh sampel berada pada kisaran 65,55% - 77,09%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa. Konsentrasi dan berat molekul PEG pada kertas kulit biji kakao tidak mempengaruhi aktivitas antioksidannya, artinya pembuatan kertas dalam penelitian ini telah berhasil menjaga sifat antioksidan dari kulit biji kakao dan kertas ini sangat potensial untuk digunakan sebagai kemasan pada untuk makanan berlemak, sehingga kertas tersebut dapat melindungi produk dari oksidasi. Aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (Jumlah perendaman 9X) yaitu sebesar 8,50 mm (Sedang) dan Jenis bakteri Staphylococcus aureus. Kata Kunci:kulit biji kakao, kertas, poli etilon glikol, antioksidan, antimikroba 
Institution Info

Universitas Halu Oleo