Abstract :
ABSTRAK
Riska Wulandari (A1N116037). “Sejarah Pertanian Tradisional pada Masyarakat Adat Moronene di Kampung Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana (1989-2018). Dibimbing oleh Dr. H. Jamiludin, M.Hum sebagai Pembimbing I dan Drs. H. Hayari, M.Hum sebagai Pembimbing II.
Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi : (1) Faktor-faktor apa yang menyebabkan pertanian tradisional masih dilaksanakan pada masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana? (2) Bagaimana proses pengolahan lahan pertanian tradisional pada masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana? (3) Bagaimana dampak pertanian tradisional pada masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor penyebab pertanian tradisional masih dilaksanakan pada masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea, yaitu: Pertama faktor budaya, yakni apa yang sudah menjadi tradisi dan warisan leluhur harus tetap dijaga dan dilestarikan. Kedua faktor kesehatan, yakni pertanian tradisional jauh lebih memberikan kesehatan karena dalam pengolahannya tidak menggunakan bahan kimia. Ketiga faktor keadaan tanah yang subur berpotensi untuk melaksanakan pertanian tradisional. Keempat faktor iklim yang sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan proses pertanian tradisional di kampung Hukaea Laea sangat ditentukan oleh iklim dan cuaca, (2) Proses pengolahan lahan pertanian tradisional pada masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang pertama tahapan pembukaan lahan yang terdiri atas 14 tahapan, yaitu : mooto wita, mompaseki/mompetoo, mekilala, mo’oli, umowu, monea, mekera/mebenda, humunu, mewungkali, montunu inoto, moala pongkoko, mewala. Kemudian dalam tahapan menanam yang terdiri atas 5 tahapan, yaitu : mobula paea, merubosi, meroo/montawisako eroo, mou meeti, montoria. Kemudian dalam tahapan panen terdiri dari, yaitu : mowewau landa, mobelai pae, momparesa pae, mongkotu, metila/mebage opae, Mohole pae, dan moisa pae. Selain itu masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea memiliki kepercayaan terhadap bintang di langit (pesuri) dan memiliki cara untuk memberantas tanaman dari serangan hama, (3) Dampak pertanian tradisional pada masyarakat adat Moronene di Kampung Hukaea Laea memiliki dampak dalam bidang ekonomi tidak menunjukkan hal yang begitu signifikan dalam perkembangan ekonomi masyarakat. Perkembangan ekonomi berjalan cukup lambat, karena dalam sistem pertanian tradisional ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan hasil dari pertanian tradisional. Dampak lain yang ditimbulkan dari pertanian tradisional masyarakat adat Moronene adalah dalam bidang kebudayaan, yakni dipertahankannya segala macam tahapan dalam tradisi pertanian tradisional yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh para nenek moyang suku Moronene.
Kata Kunci : Sejarah, Pertanian tradisional, Suku Moronene
v