Abstract :
ABSTRAK
Moh. Fahrin, Stambuk A1N1 15 106, “Pengaruh Penambangan Nikel Morowali terhadap Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Lokal di Kecamatan Bungku Pesisir (2011-2018)”, dibimbing oleh Dra. Dade Prat Untarti, M.Si sebagai pembimbing I dan Pendais Hak, S.Ag, M.Pd sebagai pembimbing II.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan asal mula aktivitas penambangan Nikel Morowali di Kecamatan Bungku Pesisir, (2) Untuk mendeskripsikan pengaruh penambangan Nikel Morowali terhadap kehidupan sosial masyarakat lokal di Kecamatan Bungku Pesisir (2011-2018), (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh penambangan Morowali terhadap kehidupan budaya masyarakat lokal di Kecamatan Bungku Pesisir (2011-2018).
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Maret sampai Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah yang bersifat deskriptif. Sumber data dari penelitian ini berasal dari: sumber tertulis, sumber lisan dan sumber visual. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada metode sejarah sesuai dengan yang ditulis oleh Helius Sjamsudin, yaitu: (1) Heuristik, (2) Kritik Sumber dan (3) Historiografi.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Asal mula aktivitas penambangan nikel Morowali di Kecamatan Bungku Pesisir dimulai pada bulan April tahun 2004 oleh PT. Antam Geomin yang beroperasi di dua desa sekaligus yaitu Desa Laroenai dan Desa Tangofa dengan luas Izin Usaha Pertambangan 10.000 Ha. Seiring perkembangan zaman tercatat ada 13 perusahaan tambang yang pernah atau sedang melakukan usahanya di Kecamatan Bungku Pesisir yang terdapat di empat desa yaitu Desa Laroenai, Buleleng, Torete dan Tangofa. (2) Pengaruh penambangan nikel Morowali terhadap kehidupan sosial masyarakat lokal di Kecamatan Bungku Pesisir (2011-2018), terbagi dalam beberapa aspek, diantaranya: a) ekonomi, b) pendidikan dan c) keamaan. (3) Pengaruh Penambangan Nikel Morowali Terhadap Kehidupan Budaya Masyarakat Lokal di Kecamatan Bungku Pesisir (2011-2018) bahwa pengaruh penambangan Nikel Morowali di Kecamatan Bungku Pesisir berimplikasi pada hilangnya rasa gotong royong akibatnya kehidupan makin individualis, perubahan mata pencaharian, gaya hidup, maraknya miras dan angka kematian dikalangan remaja yang disebabkan balapan liar terus meningkat akibat dari hadirnya aktivitas penambangan tersebut. Aspek-aspek tersebut di sebabkan karena kondisi ekonomi masyarakat yang semakin meningkat. Selain itu dengan meninggalkan mata pencaharian masyarakat lokal sebelum adanya tambang berpengaruh kepada petani yang akan berjangka pendek dan berjangka panjang, akibatnya pengetahuan tentang pertanian semakin berkurang bahkan petani saat ini mulai dikuasai oleh imigran dari pulau Jawa. Disisi lain masyarakat lokal tetap menjaga bahasa daerah sebagi persatuan walaupun semakin banyak para masyarakat yang datang dari luar daerah dengan berbagai macam budaya yang di anut.
Kata Kunci: Sejarah Penambangan, Pengaruh dan Sosial-Budaya.