Abstract :
ABSTRAK
La Ode Darma, (A1A214024) judul skripsi Sejarah Objek Wisata Gua Prasejarah Liangkabori dan Metanduno Di Desa Liangkabori Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Tahun 1990-2018. Dibimbing oleh Dr. Rifai Nur, M.Hum, selakupembimbing I dan Drs. La Batia, M.Humselaku pembimbing II.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang sejarah gua Liangkabori dan gua Metanduno dijadikan sebagai objek wisata; (2) Untuk mendeskripsikan visualisasi yang terdapat pada gua Liangkabori dan gua Metanduno yang dapat dijadikan sebagai objeek wisata; (3) Untuk mendeskripsikan perkembamgan objek wisata gua prasejarah Liangkabori dan Metanduno; (4) Untuk mendeskripsikan peran pemerintah Kabupaten Muna dan masyarakat sekitar dalam pengembangan objek wisata gua prasejarah Liangkabori dan Metanduno.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Helius Syamsuddin, yang terdiri atas 3 tahap yaitu: (1) Heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara, studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) Kritik Sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, (3) Historiografi yang dimaksudkan dalam bentuk tulisan secara sistematis dan kronologis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang gua prasejarah Liangkabori dan Metanduno dijadikan sebagai objek wisata yaitu adanya temuan berbagai macam corak dan jenis lukisan yang berwarna coklat pada dinding gua Liangkabori dan Metanduno dan mulai diteliti pada tahun 1975 yang berawal dari laporan masyarakat petani di perkampungan Desa Bolo Kecamatan Katobu pada saat itu, (sekarang menjadi Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia), yang disampaikan kepada Sido Tamrin yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Muna, yaitu berupa lukisan-lukisan dalam gua sebagai pandangan mata sehari-hari, selama mereka mengelolah tanah ladangnya. (2) Visualisasi pada kedua gua tersebut yang dijadikan sebagai objek wisata adalah berupa lukisan dinding gua yang berjumlah 211 lukisan pada gua Liangkabori dan 353 lukisan pada gua Metandunoyang beraneka ragam jenis, bentuk dan corak yang berwarna coklat dan bisa dilihat secara langsung. Selain itu juga ada pertunjukan lain yang dijadikan sebagai objek wisata pada acara tahunan, kerajinan tenun Muna, seni tari (tari linda), permainan tradisional (permainan layang-layang kolope, kalego, silat Muna dan lain-lain). (3) Objek wisata gua prasejarah Liangkabori dan Metanduno berkembang dari tahun ketahun baik dari segi aksesibilitas, infrastruktur sampai bentuk fisik dan lingkungan sekitar kawasan objek wisata bahkan sampai jumlah pengunjung yang datang berwisata. (4) Pemerintah dan masyarakat sekitar memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan objek wisata gua prasejarah Liangkabori dan Metanduno.Mulai dari aksesibilitas, transportasi, promosi, kebersihan, keamanan bahkan sampai sarana dan prasarana sehingga pengunjung merasa aman, nyaman dan tentram saat berwisata.
Kata Kunci: Objek Wisata, Gua Prasejarah, Liangkabori dan Metanduno