Abstract :
ABSTRAK
Randi Purnomo, Stambuk A1N115116. Judul Skripsi “KalosaraSebagai Media Dalam Penyelesaian Konflik Sosial Pada Masyarakat Tolaki di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe (1997-2018)” dibawah bimbingan Dr. Hj. Darnawati., S.Pd., M.Pd sebagai pembibing 1 dan Dr. Aslim., S.S., M.Hum sebagai pembibing 2.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan asal mula munculnya Kalosara pada masyarakat Tolaki di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, (2) Untuk mendeskripsikan fungsi Kalosara sebagai media dalam penyelesaian berbagai konflik sosial pada masyarakat Tolaki di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, (3) Untuk menerangkan perubahan Kalosara sebagai media penyelesaian konflikpada masyarakat Tolaki di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah Kebudayaan yang bersifat deskriptif-analitis. Adapun langka-langkahnya sebagai berikut (1) Pemilihan Topik, (2) Heuristik Sumber, (3) Verifikasi Sumber, (4) Interpretasi Sumber, (5) Historiografi.
Hasil penelitian ini menujukan bahwa: (1) Asal mula munculnya Kalosara pada masyarakat Tolaki di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe diawali kedatangan Wekoila dikalangan masyarakat Tolaki dikenal juga dengan sebutan Sangia Ndudu (dewa yang turun dari langit). Jauh sebelum kedatangan Wekoila sudah berdiri tiga kerajaan kecil yaitu, kerajaan Padangguni, kerajaan Besulutu dan kerjaan Wowolesea. Saat kedatngan Wekoila ketiga kerajaan ini sedang mengalami konflik yang mengakibatkan terjadinya perang saudara antara tiga kerajaan ini. Kedatangan Wekoila dengan berbagai macam usahanya berhasil menyelesaikan konflik dan menyatukan tiga kerajaan yang sedang terlibat perang saudara dengan menggunakan Kalosara. Kemudian Wekoila mendirikan kerajaan Konawe dengan menggunakan Kalosara sebagai pedoman hidup masyarakat Tolaki dalm berbagai macam aspek kehidupannya. (2) Kalosara sebagai media dalam penyelesaian berbagai konflik sosial di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe Kalosara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tolaki tidak dapat dipisahkan. Dalam penyelesaian berbagai masalah Kalosara digunakan sebagai media komunikasi yang sifatnya timbal balik antara Tokoh Adat, Tokoh Mayarakat, Pemerintah setempat dan pihak-pihak yang berselisih paham dalam upaya penyelesaian masalah atau konflik tersebut. (3) Perubahan Kalosara sebagai media dalam penyelesaian konflik pada masyarakat Tolaki di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, yaitu dulu digunakan tiga jenis Kalosara, yaitu (1) Kalosara Tehau Bose yang digunakan untuk kalangan bangsawan (Anakia), (2) Kalosara Teula Ine Bose yang diperuntukan untuk kalangan mayarakat biasa (Toono Nggapa) dan (3) Kalosara ukuran kepala atau lutut orang dewasa digunakan untuk kalangan budak (O ata) sekarang lebih disederhanakan lagi menjadi dua yaitu, Kalosara ukuran 45 cm (Kalo Tehau Bose) yang digunakan untuk kalangan Bupati ke atas dan Kalosara ukuran 40 cm (Kalo Teula Ine Bose) yang digunakan untuk kalangan Camat kebawah.