Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi dengan kecenderungan pembelajaran matematika yang lebih fokus pada ceramah guru, pemberian tugas kepada siswa yang hanya berdasarkan buku teks yang dipakai guru dan siswa di sekolah. Siswa kurang kreatif dalam mengembangkan dan mengolah materi yang ada, sehingga materi yang dibahas terlalu abstrak dan jauh dari pengalaman konkrit yang relevan dengan materi, selain itu penyajian materi tidak secara kontekstual. Hal ini menimbulkan kejenuhan bagi siswa, yang nampak dari kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran. Kondisi seperti ini tentunya mempengaruhi hasil belajar siswa. Jenis penelitin ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 13 Parigi yang berjumlah 17 orang siswa yang terdiri dari 8 orang siswa perempuan dan 9 orang siswa laki- laki. Pelaksanaan tindakan mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, mengamati, evaluasi dan refleksi. Data dalam penelitian ini dalah data kuantitatif yaitu data hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa dan data kuatitatif diperoleh berdasarkan lembar observasi aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 47,1%. Sedangkan pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 82,2%. Selain itu, peningkatan kualitas proses pembelajaran ditunjukan dengan persentase perolehan aktivitas mengajar guru pada siklus I mencapai 58,3%. Kemudian meningkat pada siklus II menjadi 83,%. Persentase perolehan aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 45,45% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 82%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 13 Parigi pada penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Kata Kunci: penerapan, model problem based learning (PBL), hasil belajar.