DETAIL DOCUMENT
Sejarah Tradisi Karia Pada Mayarakat Kaledupa Di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi
Total View This Week31
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
Asmah Didik, A1N1 15 127
Subject
Budaya Karia Masyarakat Wakatobi 
Datestamp
2020-02-20 02:29:18 
Abstract :
ABSTRAK Asmah Didik, Stambuk A1N1 15 127, dengan judul skripsi “Sejarah Tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi’, dibimbing oleh Drs. Ali Hadara, M.Hum, selaku Pembimbing I dan Drs. H. Hayari, M.Hum selaku Pembimbing II. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan latar belakang munculnya tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi, (2) Untuk menjelaskan proses pelaksanaan tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi, (3) Untuk menjelaskan alat perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Karia Pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. (4) Untuk menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri atas tiga tahap yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data), (2) Verifikasi (kritik sumber) dan (3) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Latar belakang munculnya tradisi Karia adalah: berawal dari adanya pesta kemenangan para pejuang Islam di Kerajaan kaledupa. Pesta ini pertama kali diadakan pada tahun 1260 masehi pada masa pemerintahan Raja kahedupa yang bernama Muhammad Umar Muhadar atau Muhammad Dangi Tongka Alamu dan permaisurinya yang bernama Ratu Wabae-Baengu. Saat pesta berlangsung raja dan permaisurinya memakai pakaian kebesaran kerajaan, (2) Proses pelaksanaan tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi yaitu : (a) Hengkede’a, (b) Tepugea, (c) Lawatia’a nu bura, (d) La watia’a nu tee, (e) Tesombo’a, (f) Hekasuba’a, (g) Henauka nu mo’ane, (h) Henauaka nu wowine, (i) Pagelaran tari rakyat, (j) Porimbi-rimbi, (k) Hebangka-bangka’a, (3) Alat perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi yaitu : (a) Alat dan perlengkapan yang digunakan di tempat pelaksanaan tradisi Karia, (b) Pakaian yang digunakan oleh peserta Karia, (c) Pakaian dan perlengkapan yang digunakan oleh Raja Kahedupa dan para Sara, (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi yaitu : (a) Nilai religius yang terkandung dalam tradisi Karia pada msyarakat Kaledupa adalah keyakinan masyrakat terhadap sang pencipta alam dan segala ciptaanya (b) Nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Karia dapat dijadikan sebagai pedoman aktivitas masyarakat. Tradisi Karia pada masyarakat Kaledupa merupakan warisan leluhur masyarakat Kaledupa yang memiliki nilai budaya sehingga tetap terpelihara dan dilaksaanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Kaledupa. Kata Kunci : Sejarah, Tradisi, Karia, dan Masyarakat. 
Institution Info

Universitas Halu Oleo