DETAIL DOCUMENT
ANALISIS VEGETASI HUTAN MANGROVE DI KELURAHANBURANGA KECAMATAN BONEGUNU KABUPATEN BUTON UTARA
Total View This Week16
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
MUHAMAD SAFARDAN DALI, M1A113068
Subject
Kehutanan 
Datestamp
2019-11-27 03:50:33 
Abstract :
RINGKASAN MUHAMAD SAFARDAN DALI (M1A113068) Analisis vegetasi HutanMangrove di KelurahanBuranga Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara,dibawah bimbinganSAFRIL KASIM,SP., MES sebagai pembimbing I danALBASRI, S.Hut., M.Hutsebagai pembimbing II. Hutan mangrove merupakan vegetasi yang mampu tumbuh terhadapsalinitas air laut yang baik. Hutan mangrove sering juga disebut sebagai hutanbakau merupakan bagian dari wilayah ekosistem pantai yang mempunyaikarakteristik yang unik dan khas dan memiliki potensi kekayaan hayati.Hutanmangrove memiliki fungsisebagai pelindung pantai dari gelombang besar, badai,dan angin besar, selain itu berfungsi sebagai penahan abrasi air laut, menahanlumpur, mencegah intrusi air laut, dan juga merangkap sedimen, menambahpendapatan bagi masyarakat, industry maupun Negara, sertasebagai tempat hidup(berlindung, mencari makan, pemijahan dan asuhan biota laut seperti ikan danudang),sumber bahan organik sebagai sumber pakan konsumen pertama (pakancacing, kepiting dan golongan kerang/keong), tempat hidup berbagai satwa liar,seperti monyet, buaya muara, biawak dan burung. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui komposisi vegetasi hutanmangrove di Kelurahan Buranga Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara.Penelitian ini dilaksanakan di hutan mangrove Kelurahan Buranga KecamatanBonegunu Kabupaten Buton Utara Pada Bulan November 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metodegaris berpetak dengan jarak antar transek berkisar 20 meter dengan penentuanlokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitianmemperlihatkanbahwa terdapat 6 (enam) jenis vegetasi.6(enam) jenis tedapatpada tingkat pohon dan semai yaituAvicenia sp,Xilocarpus granatum, soneratiaalba, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorhiza,danRhizophora stylosadan5(lima) jenis pada tingkat pancang yaituXilocarpus granatum, soneratia alba,Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorhiza, dan Rhizophora stylosa. Padatingkat pohon kerapatan tertinggi terdapat pada jenisRhizophora stylosadengankerapatan(K)82.22 Ind/ha,frekuensi (F)tertinggi terdapat pada jenisRhizophorastylosadanBruguiera gymnorhiza 0,31 (31 %), dominansi (D) tertinggi padajenisRhizophora stylosa2,76 m 2 /hadan indeks nilai penting (INP)Rhizophorastylosa 103,17 %, tingkat pancang kerapatan (K) tertinggi terdapat pada jenisRhizophora stylosa sebesar 560 Ind/ha,frekuensi (F), dominansi (D) dan indeksnilai penting (INP) terdapat padaBruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorhizadanRhizophora stylosamasing-masing(F)0.29(29%), (D)1,24 m /hadan86,59%.Sedangkan Pada tingkat semai kerapatan (K),frekuensi (F), dominansi (D) danindeks nilai penting(INP) tertinggi terdapat pada jenis Rhizophora stylosamasing-masingdengan kerapatan (K)3111.11 Ind/Ha,frekuensi (F)0.29(29%),dan indeks nilai penting (INP)67.48%.dan jenis ini mendominasi pada tingkatan 2 pohon,pancang dan semai. Jenis Rhizophora stylosamerupakan jenis mangroveyang memiliki tingkat kemampuan tumbuh yang baik dan mampu beradaptasiterhadap lingkungannya. Nilai Indeks Keanekaragaman (H') tertinggi padatingkat pohon terdapat pada jenis Bruguieracylindrica, Bruguiera gymnorhizadan Rhizophora stylosa sebesar 0,36, tingkat pancang terdapat pada jenisRhizophora stylosasebesar0,36dan tingkat semai terdapat pada jenisRhizophorastylosasebesar 0,37. Kata Kunci :Kelurahan Buranga, hutan mangrove,Avicenia sp, Rhizophorastylosa. 
Institution Info

Universitas Halu Oleo