Abstract :
ABSTRAKJamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan
kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leherangsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unitpenampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.Hampir 75 % rumahtangga di Provinsi Sulawesi Tenggara telah menggunakan tangki septik/SPAL.Hanya ada dua kota dengan persentase Rumah tangga yang menggunakan tangkiseptik lebih dari 90 % yaitu Kota Bau-Bau sebesar 96,11 % dan kota Kendarisebesar95,50 % . Desa Lagasa Kecamatan Duruka Kabupaten Muna adalah desayang mayoritas masyarakatnya tinggal didaerah pesisir. Tujuan Penelitian iniuntuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan,Pendapatan, Peran Petugas Dan Sarana Terhadap Kepemilikan Jamban DiWilayah Pesisir Di Desa Lagasa Kecamatan Duruka Kabupaten Muna Tahun2019. Metode Penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional.Populasidalampenelitianiniadalahsemua masyarakat yang ada di Desa LagasaKecamatan Duruka Kabupaten Muna Tahun 2019 yang berjumlah 612 RumahTangga dengan sampel sebanyak 84 rumah tangga dengan teknik pengambilansampel Accidental Sampling (Conveiece Sampling). Hasil Penelitianmenunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban(nilai p value= 0,018), ada hubungan antara pendapatan dengan kepemilikanjamban (nilai p value= 0,026), ada hubungan peran petugas kesehatan dengankepemilikan jamban (nilai p value = 0,008), ada hubungan sarana dengankepemilikan jamban(nilai p value= 0,000). Kesimpulan ada hubungan antarapengetahuan, pendapatan, peran petugas dan sarana terhadap kepemilikanjamban.
Kata Kunci : Kepemilikan Jamban, Pengetahuan, Pendapatan, Sarana