DETAIL DOCUMENT
ANALISIS SIMULTAN EKONOMI RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI POTONG POLA USAHA TERPADU DENGAN USAHATANI TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN DI KONAWE SELATAN
Total View This Week23
Institusion
Universitas Halu Oleo
Author
La Ode Arsad Sani, G3IP 011 011
Subject
perkebunan 
Datestamp
2020-02-20 03:10:16 
Abstract :
ABSTRAK La Ode Arsad Sani, Analisis Simultan Ekonomi Rumah Tangga Peternak Sapi Potong Pola Usaha Terpadu dengan Usahatani Tanaman Pangan dan Perkebunan di Konawe Selatan. Promotor: Usman Rianse, Ko-Promotor: Harapin Hafid dan Bahari. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan mengambil lokasi penelitian sebanyak 10 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada secara stratified random sampling berdasarkan kriteria jumlah populasi ternak sapi potong dengan strata rendah, sedang dan tinggi. Jumlah sampel sebanyak 250 responden dari 670 unit rumah tangga peternak sapi potong pola usaha terpadu dengan tanamana pangan dan perkebunan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis persamaan simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Keputusan rumah tangga peternak sapi potong dalam mengadopsi pola usaha ternak terpadu dengan usahatani tanaman pangan (padi dan jagung) dan tanaman perkebunan (kakao, kelapa, merica, dan mete) lebih dipengaruhi oleh alokasi tenaga kerja keluarga dan kondisi ekonomi tingkat pendapatan rumah tangga peternak sapi potong di Kabupaten Konawe Selatan; (2) Perilaku ekonomi rumah tangga peternak sapi potong pola usaha ternak terpadu terhadap penggunaan input produksi usaha ternak maupun usahatani yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pendapatan pada usaha ternak sapi maupun usahatani adalah: jumlah bakalan sapi/bibit; jumlah produksi HMT dan luas areal panen; ketersediaan pupuk; tenaga kerja dan biaya sarana produksi. Demikian pula dengan konsumsi pangan dan non pangan rumah tangga peternak masing-masing banyak dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga, pendapatan usahatani dan surplus pangan. Sementara penerimaan usaha ternak dan jumlah anak sekolah memberikan pengaruh signifikan terhadap investasi sumberdaya dan investasi produksi; (3) Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi melalui pola usaha ternak terpadu dengan usahatani tanaman pangan (padi dan jagung) dan tanaman perkebunan (kakao, kelapa, merica dan mete) terhadap pendapatan total rumah tangga peternak cukup tinggi. Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi lebih kecil dibandingkan usahatani, tetapi pendapatan usaha ternak berperan penting bagi rumah tangga peternak karena dijadikan sebagai investasi suberdaya atau investasi produksi (tabungan), sedangkan pendapatan usahatani lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Peningkatan produksi dan produktivitas usaha ternak sapi berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan usaha ternak juga mendorong peningkatan pendapatan usahatani. Sementara peningkatan produktivitas usahatani tanaman pangan dan perkebunan dapat mengurangi kontribusi pendapatan dari usaha ternak sapi, dengan demikian maka usaha ternak sapi menjadi usaha pokok dalam pola pengelolaan usaha terpadu. Kata kunci: Rumah tangga, terpadu, ternak sapi, tanaman pangan, tanaman perkebunan, simultan. 
Institution Info

Universitas Halu Oleo