Abstract :
Nyeri akut tercatat sebagai keluhan yang paling banyak membawa pasien kerumah sakit. Nyeri akut yang tidak ditanganin sedari awal secara tepat dan berkelanjutan berkelanjutan dapat beresiko menjadi nyeri kronis. Jumlah tenaga kesehatan yang terbatas menyebabkan proses pelayanan kesehatan dalam mengatasi nyeri akut sedari awal menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Hal ini memicu kebiasaan masyarakat utuk lebih memilih melakukan swamedikasi. Akan tetapi kebiasaan tersebut tidak didukung baik oleh fakta bahwa pengetahuan masyarakat Indonesia dalam menggunakan obat masih tergolong rendah sampai sedang. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya medication error seperti meningkatkan efek samping obat. Pada penanganan nyeri akut dibutuhkan konsultan yang dapat mendiagnosa jenis penyakit nyeri akut. Dalam penelitian ini, sistem pakar dibangun untuk mendiagnosa jenis penyakit nyeri akut yang dialami pasien, serta memberikan solusi untuk setiap jenis penyakit nyeri akut. Metode yang digunakan pada sistem pakar ini adalah kombinasi metode Certainty Factor dan Forward Chaining. Kombinasi dua metode ini dipilih karena cocok dalam proses identifikasi jenis nyeri akut, dan hasil dari penerapan metode ini adalah persentase. Sistem ini dibangun menggunakan metode Waterfall dengan tahap-tahap mulai dari tahap analisis, perancangan, implementasi, pengujian dan pemeliharaan. Berdasarkan tahapan yang telah dilakukan, sistem ini berhasil dibangun dengan sangat baik dilihat dari uji blackbox dan whitebox perangkat lunak dengan tingkat keberhasilan sebesar 100%. Pengujian akurasi hasil diagnosa sistem terhadap diagnosa pakar yang melibatkan 25 kasus pengujian mendapatkan tingkat kesesuaian sebesar 100% yang artinya sistem ini dapat mendiagnosa jenis penyakit nyeri akut dengan sangat baik.