Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh model Problem-Based e-Learning (PBeL) terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan non equivalent pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2019/2020, yang terdiri atas tiga kelas (93 siswa). Sampel penelitian ini adalah dua kelas (61 siswa) yang ditetapkan menggunakan teknik simple random sampling, yang selanjutnya ditetapkan pula secara random untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar fisika dikumpulkan dengan tes essay. Analisis data menggunakan ujistatistik Multivariat Analysis of Covarian (MANCOVA) satu jalur. Pengujian hipotesis menggunakan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar Fisika secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model problem based e-learning dan direct e-learning (F = 16,249 ; p = 0,001 < 0,05); (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara siswa yang belajar dengan model problem based e-learning dan direct e-learning (F = 15,888; p = 0,001 < 0,05); (3) terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang belajar dengan model problem based e-learning dan direct e-learning (F = 9,643; p = 0,003 < 0,05). Model problem based e-learning berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan model direct e-learning terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA.