Abstract :
Perikanan merupakan salah satu sektor perikanan yang mempunyai potensi dan berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Kabupaten Tangerang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi perikanan budidaya cukup besar. Hasil produksi budidaya yang paling menonjol di Kabupaten Tangerang yaitu ikan bandeng. Jumlah produksi ikan bandeng terus menerus meningkat dari tahun 2014 sampai tahun 2017 yang tersebar di 29 Kecamatan salah satunya adalah Kecamatan Teluknaga, tepatnya berada di Desa Tanjung Pasir. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui karakteristik tentang usaha budidaya ikan bandeng di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Tangerang-Banten. 2) Mengetahui ada tidaknya hubungan pengunaan faktor produksi dengan jumlah bibit, luas lahan, pakan, obat terhadap total produksi di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Tangerang-Banten. 3) Menganalisis keuntungan petambak di Desa Tanjung Pasir Kecamatan
Teluk Naga Tangerang-Banten.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada awal bulan Oktober hingga Desember 2018.
Kegiatan meliputi pengambilan data di lapangan pada awal bulan November 2018 dan
pengolahan data pada awal bulan Januari 2019 dilakukan di Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia. Pengambilan data dilakukan di tambak milik
warga Kecamatan Teluk Naga dengan panduan pengambilan data berupa kuesioner. Dengan
metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda. Proses
pengumpulan data dilakukan dengan metode cluster random sampling dengan panduan
kuesioner, wawancara atau observasi. Penelitian ini menggunakan 4 metode yaitu Analisis
regresi linear berganda, Analisis uji F, Analisis uji t, Analisis keuntungan.
Karakteristik petani tambak yang dilihat dari usia petani tambak dengan mayoritas
usia 42-46 tahun, dan lama mayoritas usaha 11-25 tahun. Faktor-faktor yang secara signifikan
mempengaruhi produksi usaha budidaya tambak ikan bandeng yakni jumlah bibit, jumlah
pakan dan jumlah luas lahan. Keuntungan yang dihasilkan pada tingkat rata-rata yaitu
Rp.152.478.016 per siklus/musim. Kawasan budidaya ikan bandeng di Desa Tanjung Pasir
cukup menguntungkan, juga memberikan perekonomian di Kabupaten Tangerang dan
dampak ekonomi terhadap masyarakat . Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata ? rata analisis
revenue cost ratio yang lebih besar dari 1 yaitu 2,5.
Pemerintah maupun lembaga terkait perlu mendukung proses budidaya agar
memberikan hasil yang efisien dengan membentuk kelompok budidaya ikan bandeng untuk
memperoleh bibit, pakan, pupuk, dan luas lahan agar lebih efisien. Peran serta pemerintahan
dan lembaga terkait dalam rangka meningkatan perekonomian Kabupaten Tangerang dengan
pendampingan kepada para petani tambak dalam pelaksanaan program-program mengenai
kegiatan budidaya ikan bandeng. Agar mampu memberi penyuluhan kepada para petani
dalam perkembangan teknologi budidaya tambak.