Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraud audit training, skeptisisme profesional, dan pengalaman auditor terhadap pendeteksian kecurangan. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan yang terdaftar di Direktorat Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 90 responden dari 15 Kantor Akuntan Publik. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan metode pengolahan data yang digunakan peneliti adalah analisis linear berganda dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraud audit training, skeptisisme profesional, dan pengalaman auditor secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendeteksian kecurangan. Sedangkan secara simultan hasil penelitian ini menunjukan bahwa fraud audit training, skeptisisme profesional, dan pengalaman auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendeteksian kecurangan.