DETAIL DOCUMENT
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) XY PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Satya Negara Indonesia
Author
Rahayu, Widyastuti Mugi
Subject
Environmental technology. Sanitary engineering 
Datestamp
2023-02-09 07:33:53 
Abstract :
Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, PLTU XY memiliki sebanyak 2 unit pembangkit berkapasitas 110 MW untuk masing ? masing unit dengan konsumsi batubara sebesar 74,47 ton/jam untuk tiap unitnya (dalam kondisi beroperasi penuh pada kapasitas 100% MCR) dan menghasilkan abu sebanyak 7,4 ton/jam untuk tiap tiap unit (terdiri dari abu terbang dan abu dasar). Saat ini pengelolaan dan penanganan abu batubara (fly ash dan bottom ash) PLTU XY dilakukan dengan penataan dan penimbunan pada fasilitas landfill dengan dry landfill system. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan limbah fly ash dan bottom ash (penataan dan landfilling) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) XY, Provinsi Kalimantan Timur serta monitoringnya dan membandingkan dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian obeservasional yang bersifat deskriptif yang dilakukan dengan observasi secara pustaka dan tinjauan lapangan di lokasi penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan obesrvasi langsung dan analisa dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah abu yang dihasilkan dibuang pada fasilitas landfill yang tertera pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor SK.188/Menlhk/Setjen/PLB.3/4/2017 tentang Ijin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun untuk Kegiatan Penimbunan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pada Penimbusan Akhir Kelas III. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengelolaan limbah fly ash dan bottom ash sudah sesuai dengan yang disyaratkan, baik itu secara konstruksi, prosedural penanganan dan monitoring pengelolaan lingkungannya. Disarankan agar parameter monitoring yang sudah memenuhi baku mutu tetap dipertahankan, pemisahan penggunaan alat angkut baik itu fly ash maupun bottom ash, dan perlu dilakukan kajian terkait pengelolaan limbah lajutan seperti misalnya pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash atau kerjasama dengan pihak ketiga untuk upaya pemanfaatan. 
Institution Info

Universitas Satya Negara Indonesia