Abstract :
Media sosial saat ini bukan hanya dijadikan sebagai hiburan semata. Namun, dewasa ini media sosial dijadikan wadah bagi para aktor politik menjadi wadah kampanye politik mereka. Fenomena kampanye politik menggunakan media sosial ini kemudian diangkat melalui sebuah film yaitu The Hater.
Penelitian ini menggunakan teori interpretasi teks. Teori ini menjadi dasar bagaimana seseorang dapat memahami sebuah makna melaui teks, symbol, dan suatu tanda tertentu.
Paradigm dalam penelitian ini adalah konstruktivistik dengan pendekatan kualitatif dan sifat penelitian deskriptif. Untuk memahami sebuah film, peneliti menggunakan metode semiotika televisi John Fiske. Dimana untuk memahami sebuah tayangan yaitu melalui 3 level, level realitas, level representasi dan level ideology.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya unsur-unsur atau tanda-tanda fenomena kampanye politik menggunakan media sosial dalam film The Hater yang dimaknai melalui metode semiotika John Fiske.
Peneliti menyarankan melalui film ini para penikmat film dan media sosial bisa lebih bijak untuk menggunakannya. Dan juga lebih kritis dalam menggunakan media sosial.