Abstract :
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jaringan terorisme terbesar di
dunia. Perkembangan dan evolusi gerakan teror di Indonesia sangat pesat mulai
dari Jamaah Islamiyah yang berafiliasi ke Al-Qaeda sampai yang terbaru Jamaah
Ansarut Daulah yang berafiliasi oleh ISIS, meskipun pencegahan dan
pemberantasan terorisme di Indonesia sangat gencar namun jaringan ini tetap
tumbuh subur dan kemudian menjadi sentral gerakan di kawasan Asia Tenggara.
Jaringan Indonesia mempunyai link dengan gerakan terorisme internasional yang
sangat kuat sehingga menjadikan jaringan Indonesia dipercaya untuk
mengorganisir gerakan dengan tujuan yang sama di Asia Tenggara. Jaringan
Indonesia bahkan sudah membagi Asia Tenggara menjadi 4 mantiqi atau daerah
otonomi gerakan teror. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana
jaringan teror Indonesia mempunyai peran sentral bagi gerakan terorisme di Asia
Tenggara. Penelitian ini menggunakan teori intersubyektivitas dalam
konstruktivisme untuk menjelaskan latar belakang terbentuknya jaringan teror di
Indonesia hingga akhirnya mengorganisir gerakan serupa di Asia Tenggara.
Penelitian ini juga menggunakan konsep terorisme dan geostrategi untuk
menjelaskan pengertian terorisme itu sendiri serta menjelaskan tujuan gerakan
teror itu dengan menggunakan konsep geostrategi. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan intersubyektivitas dalam gerakan teror berupa kesamaan pandangan
ideologi untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara menjadi khilafah yang
merupakan identitas kolektif dan norma yang menjelaskan untuk mencapai tujuan
tersebut harus berkerja sama dengan pihak lain. Selain itu, peneliti juga
menjelaskan upaya ASEAN untuk menanggulangi gerakan teror tersebut.