Abstract :
Serangan siber yang terjadi di Estonia pada tahun 2007 berhasil membuat masyarakat
Estonia lumpuh karena infrastruktur tidak bisa berjalan, dan ini menimbulkan
instabilitas yang membahayakan Estonia. Melalui metodologi penelitian kualitatif
dengan deskriptif analisis penulis memaparakan pengaruh kerjasama antara Estonia
dengan NATO CCD COE di ikuti variabel dependen yaitu pertahanan dan keamanan
siber, serta variabel independen yaitu kerjasama antara Estonia dengan NATO CCD
COE. Penelitian ini menemukan bahwa kerjasama Estonia dengan NATO CCD COE
memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendukung sistem pertahanan dan
keamanan siber Estonia pasca serangan siber tahun 2007. Hal ini ditunjukkan melalui
lima poin berikut: pertama, Estonia mereformasi sistem pertahanan dan keamanan
sibernya dalam bentuk: reformasi Estonia menjadi e-Estonia berupa e-Governance, e-
Tax, X-Road, Digital ID, i-Voting dan keamanan siber Estonia sebelum tahun 2007.
Kedua, kehadiran serangan siber di Estonia tahun 2007 dalam bentuk: ketegangan
etnis di Estonia, pemindahan Patung Stalin, dinamika serangan siber tahun 2007, dan
identifikasi pelaku serangan siber di Estonia tahun 2007. Ketiga, Estonia merespon
serangan tersebut melalui penutupan akses negara dari server internasional, kerjasama
dengan organisasi regional di sektor pertahanan dan kemanan siber, serta
bekerjasama dengan negara seperti Luxemburg yaitu Data Embassy. Keempat,
kerjasama Estonia-NATO CCD COE dan implikasinya terhadap sistem pertahanan
dan keamanan siber Estonia dalam bentuk: publikasi seperti Tallinn Manual,
pelatihan seperti Locked Shields, serta konferensi seperti CyCon. Kelima, masa depan
kerjasama Estonia-NATO CCD COE. Dalam jangka waktu ke depan kerjasama ini
seharusnya tetap dipertahankan untuk menjamin sistem pertahanan dan keamanan
siber Estonia yang berkelanjutan.