Abstract :
Indonesia salah satu negara ASEAN, yang memiliki jumlah buruh migran
khususnya buruh migran perempuan cukup tinggi. Sala satu faktor utama
meningkatnya jumlah buruh migran perempuan tersebut, tidak terlepas pada pola
pembangunan patriarki yang merampas sumber-sumber kehidupanya seperti yang
terjadi pada buruh migran perempuan Indonesia di Hongkong yang bekerja pada
sektor domestik, dengan berlandasakan nekat untuk bekerja diluar negeri tidak
dibekali dengan pendidikan, pelatihan, ketrampilan maka akan mendapatkan
ancaman dan diskrimasi serta eksploitasi ditempat bekerja. Penelitian ini
menggunakan metodologi kualitatif untuk mendapatkan keabsahan data penulis
menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka untuk mendapatkan data dalam
mengetahui Upaya Migrant CARE untuk memberikan perlindungan terhadap buruh
migran perempuan Indonesia di Hongkong salah satu upaya yang dilakukan untuk
membantu memberikan hak-hak buruh migran perempuan Indonesia yang
mendapatkan kekerasaan dan kejahatan pelanggaran hak asasi manusia, gerakan
global civil society memberikan jalan untuk memberikan payung hukum kasus
kejahatan transnasional ini dengan adanya Migrant CARE sebagai NGO
mempermudah buruh migran perempuan Indonesia untuk mendapatkan
perlindungan dan hak-hak mereka.