Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh laba dan arus kas
terhadap kondisi financial distress pada perusahaan properti yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2018.
Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan.
Pengumpulan data diambil dengan teknik dokumentasi yang bersumber dari
laporan publikasi sektor properti. Pengambilan sampel dilakukan purposive
sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diambil dari website
www.idx.co.id dengan jumlah sampel sebanyak 15 perusahaan selama 4 tahun,
sehinggal total sampel 60. Penelitian ini menggunakan metode regresi logsitik.
Karena data yang digunakan adalah data sekunder, maka untuk menentukan
ketepatan model perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi regersi logistik.
Pengujian asumsi logiatik yang digunakan dalam penelitian meliputi uji statistic
deskriptif, uji overall model fit test, koefisien determinasi, dan uji wald test.
Hasil penelitian menunjukan bahwa laba berpengaruh terhadap kondisi
financial distress, arus kas tidak berpengaruh terhadap kondisi financial distress.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar besar laba maka kondisi financial
distress akan semakin mengecil. Arus Kas tidak berpengaruh terhadap kondisi
financial distress, hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah nilai arus kas maka
tidak dapat menunjukan kondisi financial distress pada perusahaan properti
tersebut. Serta laba dan arus kas berpengaruh secara simultan terhadap kondisi
financial distress pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.