Abstract :
Film Dibalik Tameng karya Darius Manihuruk merupakan film pendek
yang berhasil menjadi juara 3 pada ajang Police Movie Festival. Film ini
menceritakan sebuah catatan dari seorang Briptu saat menjalankan tugasnya yang
melihat banyak kesedihan dan penderitaan yang dialami masyarakat Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi citra kepolisian
dalam film Dibalik Tameng menggunakan analisis naratif.
Penelitian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial dimana peristiwa
di konstruksikan sesuai dengan keadaan untuk menciptakan rasa kepercayaan
dengan tahapan eksternalisasi, objectivasi serta internalisasi.
Penelitian ini menggunakan paradigma teori konstruktivis dengan
pendekatan kulitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dari penelitian ini
adalah dengan cara menonton film dan menangkap rangkaian adegan dan narasi
dalam film pendek Dibalik Tameng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Analisa Naratif model Tzvetan Todorov.
Hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa, Film Dibalik Tameng dibuat
dengan sangat apik dengan mengemas sisi kemanusiaan serta nasionalisme dalam
kaitannya pada upaya membangun citra Polri berlandaskan kehidupan sosial dan
politik masyarakat Indonesia. Film Dibalik Tameng membukakan mata rakyat
Indonesia supaya lebih peka dan lebih sadar agar tidak mudah terprovokasi dan
melakukan tindakkan yang merugikan apabila ada sesuatu yang ingin memecah
belah persatuan dan kesatuan.
Kesimpulan Film Dibalik Tameng juga memberikan nilai-nilai penting
untuk rakyat Indonesia dalam berkehidupan dan berbangsa. Film ini juga
mengingatkan kita untuk tidak lupa siapa kita sebenarnya. Terkadang hanya karena
suatu keadaan yang menimbulkan rasa benci di dalam diri kita lupa bahwa
persatuan dan kesatuan adalah suatu hal yang harus di jaga.