Abstract :
Interaksi sosial merupakan kunci dari kehidupan bersosial karena tanpa interaksi
tidak akan ada kehidupan bersama. Bertemunya beberapa manusia akan menghasilkan
suatu kelompok sosial apabila manusia saling berbicara, bekerja sama, dan mencapai
tujuan bersama. Komunitas yang diisinyalir sebagai wadah oleh sekelompok orang
didalamnya memiliki berbagai macam bentuk kesamaan dan melahirkan sebuah identitas
dari komunitas itu sendiri. Salah satu fenomena yang terjadi dalam lingkup sosial adalah
hadirnya kelompok homoseksual. Masyarakat pada umumnya cenderung memandang
tabu kelompok homoseksual. Masyarakat percaya bahwa heteroseksual merupakan
hubungan alamiah yang seharusnya dijalin antara pria dan wanita. Sehingga mereka yang
tidak berperilaku demikian dikelompokkan pada sebuah penyimpangan. Akibatnya
terjadinya hambatan dalam berkomunikasi dikarenakan masyarakat menganggap bahwa
homoseksualitas merupakan suatu bentuk penyimpangan yang perlu dihindari. Padahal
konstruksi sosiallah yang membentuk sebuah identitas dari gender manusia. Dan segala
perubahan akan tubuh manusia dikonsepsikan dengan performativitas pada Teori Queer.