Abstract :
Disabilitas yaitu seseorang yang mempunyai keterbelakangan pada dirinya yang terdiri dari kelainan fisik serta kelainan mental yang dapat menghambat seseorang untuk melakukan akivitas secara selayaknya manusia normal pada umumnya, yang terdiri dari penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, serta penyandang cacat fisik dan cacat mental.
Landasan teori yang digunakan adalah Teori Kebutuhan Hubungan Interpersonal dan menggunakan Tiga aspek landasan Teori yaitu Keikutsertaan (inclusion), Pengendali
(control) dan Kasih Sayang (affection).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Paradigma Post Positivisme. Metode studi kasus. Menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil Penelitian ini di indentifikasi bagaimana setiap Teori Kebutuhan Hubungan Interpersonal mempengaruhi pembentukan sosial self pada anak dengan disabilitas. Dalam penelitian ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor sosial yang berkontribusi pada pembentukan citra diri anak dengan disabilitas dalam konteks sosial.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi yang dimiliki pengasuh dalam membentuk konsep diri di wisma tuna ganda berjalan dengan semestinya. Meskipun proses penyesuaian yang dilakukan pengasuh dalam membentuk konsep diri anak disabilitas tidak mudah.